Rabu, 26 Juni 2013
MEMAHAMI PERMASALAHAN HIDUP KRISTIANI
ːː̗̀ː̗̗̀̀✞ː̖̖́́ː̖́ː MEMAHAMI PERMASALAHAN HIDUP KRISTIANI ːː̗̀ː̗̗̀̀✞ː̖̖́́ː̖́ː
Di dalam kehidupan ini, sebagai orang Kristiani kita tidak mungkin terlepas dari berbagai macam permasalahan hidup. Ketika permasalahan hidup menimpa diri kita, kita jangan cepat menyerah dan mengeluh mengapa selalu diri kita yang mendapat masalah tersebut. Sebagai orang Kristen, ada baiknya kita merenungi ada maksud apakah sehingga Tuhan mengijinkan terjadi masalah yang menimpa diri kita. Kita harus mampu melihat dgn sudut pandang dan perspektif yang luas, jangan hanya mempunyai pemikiran yang sempit dalam menghadapi masalah hidup tersebut. Alkitab berkata demikian: "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya". Oleh sebab itu, mungkin saja permasalahan hidup yang kita alami tersebut seijin dan sepengetahuan Tuhan untuk membangun karakter diri kita.
Ketika masalah terjadi dalam hidup kita, jangan lupa untuk selalu berdoa memohon petunjuk dan jalan-Nya. Yakinlah cepat atau lambat Tuhan akan menjawab doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Dan kita akan diberikan jalan keluar yang terbaik dalam memecahkan permasalahan hidup yang kita alami. Memang tidak semua permasalahan hidup akan diberikan jawaban oleh Tuhan. Rancangan Tuhan untuk membangun karakter diri kita agar menjadi serupa dgn Yesus adalah baik adanya. Mungkin saja Tuhan mengijinkan terjadi masalah hidup untuk kita jalani, untuk menempa diri kita menjadi kokoh dan dapat bertahan di segala situasi hidup yang semakin berat akhir-akhir ini.
Dalam hidup ini, setiap manusia pasti akan mengalami permasalahan hidup. Masalah hidup yang terjadi silih berganti melanda diri kita. Ketika menghadapi hal tersebut, sbg orang percaya seharusnya kita menyerahkan semua permasalahan hidup tersebut ke tangan Tuhan. Dalam setiap masalah yang terjadi pada diri kita, pasti ada hikmah yang dapat kita petik, kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah tersebut dgn menjadikan doa sbg kekuatan utama dalam memecahkan masalah tersebut. Petrus meyakinkan kepada kita bahwa permasalahan hidup itu normal dan dapat terjadi pada diri kita sebagai orang percaya. 1 Petrus 4:12 menulis demikian: "Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu"
Tuhan Yesus tidak akan membiarkan umat-Nya mengalami masalah melebihi kemampuan diri kita yang terbatas ini. Tuhan tahu sampai seberapa jauh batas kemampuan diri kita dalam memecahkan masalah yang kita hadapi. Dalam menyikapi permasalahan hidup yang terjadi, ingatlah apa yang dikatakan oleh Yesaya 41:10 yang menulis demikian: "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan"
Kekuatan dan pertolongan Yesus Kristus akan memampukan diri kita untuk bangkit dalam memecahkan masalah hidup yang kita alami. Tuhan Yesus akan memampukan diri kita mencari jalan keluar dan solusi yang terbaik dalam memecahkan permasalahan hidup yang kita alami. Janganlah kita putus asa dalam menghadapi permasalahan hidup yang terjadi tersebut,dan juga jangan terlalu dipikirkan dengan serius permasalahan hidup tersebut. Ketidaksanggupan diri kita dalam menghadapi permasalahan hidup, bisa menambah beban pikiran, akhirnya lama kelamaan menjadi stress. Jangan terlalu mendalam memikirkan permasalahan hidup yang menimpa diri kita. Ingatlah akan kekuatan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Doa yang dipanjatkan dari hati yang tulus dan jiwa yang berserah penuh kepada Tuhan, akan dikabulkan oleh Tuhan. Matius 11:28 berkata demikian: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"
Sebagai orang Kristen, kita seharusnya percaya bahwa permasalahan hidup yang menimpa diri kita, Tuhan ijinkan terjadi atas diri kita agar kita dapat memiliki karakter serupa dgn Yesus. Dan juga agar mental kita menjadi kuat, tahan goncangan ketika di lain hari kita kembali didera masalah hidup. Yakinlah bahwa Tuhan mempunyai RANCANGAN HIDUP yang indah bagi kita, jadi ketika kita mengalami permasalahan hidup, berpikirlah positif dan serahkanlah semua permasalahan hidup tersebut ke dalam tangan Tuhan. Yakobus 1:2-4 berkata demikian: "Anggaplah sbg suatu kebahagiaan jika kamu jatuh dalam berbagai pencobaan. Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu mjd sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun"
Dan juga ingatlah akan pesan Paulus dalam 2 Korintus 4:17 yang berbunyi demikian:"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami.
Akhir kata, dalam menyikapi berbagai macam permasalahan hidup, kita seharusnya selalu introspeksi kepada diri sendiri, mengapa masalah tersebut bisa terjadi pada diri kita. Apakah ada maksud Tuhan dibalik permasalahan hidup tersebut. Percayalah ada "RANCANGAN INDAH" yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita melalui masalah hidup yang menimpa diri kita. Janganlah kita selalu memandang negatif masalah hidup yang terjadi dalam hidup kita. Yakinlah bahwa ada Tuhan yang begitu besar kuasa-Nya yang bekerja secara tersembunyi untuk membantu kita menghadapi setiap permasalahan hidup tersebut.
Labels:
Renungan Harian
Hi, met datang di blog Lesa
Kenalin ...
Nick name : Cut, Cha
Hobby : Menulis, Bermain Musik, dan Petualang.
Warna Pink dan Sport Football & Jogging adalah favouriteku.
Thanks..blog ini semoga bisa bermanfaat bagi setiap pembaca.
Senin, 24 Juni 2013
Batu di Tengah Sungai
12 Batu di Tengah Sungai
Yosua 4:5"...dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut Tuhan, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 10; Matius 10; 2 Tawarikh 22
Menyeberang sungai Yordan adalah suatu titik balik yang sangat penting dalam perjalanan orang Israel. Sungai Yordan seolah adalah gerbang untuk memasuki tanah perjanjian. Dengan melewati sungai ini, orang Israel telah mencapai tujuannya dan masuk ke dalam kehidupan yang baru.
Di situ Yosua berpesan agar mereka mendirikan tumpukan dua belas batu di tengah sungai, sebagai peringatan. Ada dua hal yang dapat mereka peringati.
Yang pertama adalah kasih setia Allah, yang akhirnya membawa mereka masuk ke tanah perjanjian, melepaskan mereka dari sengsara perbudakan.
Kedua, adalah peringatan bahwa sungai itu dan tumpukan batunya adalah batas agar mereka tidak kembali lagi ke tanah Mesir. Selama di padang gurun, orang Israel menggerutu, mengomel, dan berusaha untuk kembali lagi ke Mesir. Kedua belas batu itu adalah tugu peringatan bahwa mereka melupakan segala yang ada di belakang mereka.
Sebab Kristus adalah sungai Yordan kita. Saat kita mendedikasikan hidup bagi Kristus, di situ kita memancangkan kedua belas batu di hati kita. Kita mengingat kasih setiaNya yang mengubahkan hidup kita menjadi baru. Juga, menjadi peringatan agar kita berubah dan tidak kembali kepada kehidupan lama yang penuh dengan dosa dan keinginan daging.
Happy moments: praise God. Painful moments: trust God. Every moments: thank God.
Labels:
Renungan Harian
Hi, met datang di blog Lesa
Kenalin ...
Nick name : Cut, Cha
Hobby : Menulis, Bermain Musik, dan Petualang.
Warna Pink dan Sport Football & Jogging adalah favouriteku.
Thanks..blog ini semoga bisa bermanfaat bagi setiap pembaca.
Pintu Tertutup
Pintu Tertutup
Yoh 10:7-9
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18; Matius 18; Amos 6-7
Tuhan tidak pernah menutup satu pintu tanpa membuka pintu yang lain. Tuhan tidak pernah menutup satu kesempatan tanpa membuka kesempatan yang lain. Mengapa Tuhan menutup pintu atau kesempatan? Seringkali Tuhan ingin menarik perhatian kita. Dia ingin agar kita memiliki prioritas yang benar. Bila kita menyimpang dari jalanNya, kita tidak hanya mnghancurkan hati Tuhan, tapi juga menghancurkan hidup kita.
Tuhan ingin mengarahkan kita pada kesempatan yang lebih besar. Kita biasanya igin tinggal di zona nyaman dan aman serta tidak menyukai perubahan. Semua perubahan mempunyai resiko dan tantangannya masing-masing. Tuhan seringkali menutup satu pintu untuk memberikan kesempatan atau hal yang lebih baik, mungkin sesuatu yang akan lebih dapat mengeluarkan dan mengasah potensi kita, atau melatih dan membentuk karakter kita.
Oleh sebab itu, bila ita menemukan pintu di depan kita tertutup, jangan langsung putus asa. Alexander Graham Bell berkata, "Sometimes we stare so long at a door that is closing that we see too late the one that is open." Kadangkala kita terpaku terlalu lama dengan pintu yang tertutup sehingga kita terlambat untuk melihat pintu lain yang terbuka. Ubahlah pandangan Anda, siapa tahu setelah itu Anda akan dapat melihat kesempatan yang baru!
Satu pintu harus ditutup sebelum sebuah pintu yang lain dibuka.
Labels:
Renungan Harian
Hi, met datang di blog Lesa
Kenalin ...
Nick name : Cut, Cha
Hobby : Menulis, Bermain Musik, dan Petualang.
Warna Pink dan Sport Football & Jogging adalah favouriteku.
Thanks..blog ini semoga bisa bermanfaat bagi setiap pembaca.
Langganan:
Postingan (Atom)
Favorit
Apa itu AKTA NOTARIS ???
ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS... ...
-
PERSETUJUAN DAN KUASA N OMOR : Pada hari ini, Sabtu, tanggal 25-04-2015 (dua puluh lima April dua ribu lima belas). Pukul 13....
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara hukum. Semua yang menyangkut kesejahteraan umum sudah d...
-
CONTOH KOMPARISI I. Sertifikat atas nama anak dibawah umur (Edi), umur 11 th. Ayahnya (Iwan) menjual/menjaminkan tanah milik Edi. ...
-
TEHNIK PEMBUATAN AKTA ( TPA II ) ( ANEKA PERJANJIAN ) DOSEN PENGAMPU : NI LUH GEDE SERIASIH, SH., M.Kn ...
-
Tugas Teori Hukum Carilah satu teori tentang hukum, bisa dari luar dan dari Indonesia sendiri. Mencari tentang hukum masing-mas...