Mengenai Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Senin, 12 Januari 2015

TUGAS MAKALAH HUKUM AGRARIA

TUGAS HUKUM AGRARIA
Lesa S.,H Nim. B2A214029
Dosen : Yulia Qamaryanti. SH.M.Hum
KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT MAGISTER KENOTARIATAN BANJARMASIN 2014
Soal
Cari jurnal mengenai hukum agraria, siapa saja penulisnya, lalu dianalisa/dikritisi sampai dengan 1-2 halaman. Lalu simpulkan menurut pendapat kalian. Setuju atau tidakkah tentang jurnal itu. Lampirkan artikel itu atau fhotocopy. Analisa di halaman depan dan lampirkan jurnal itu di belakang lalu dijilid.
Jawaban
Saya setuju dengan jurnal tersebut, karena berdasarkan uraian dari arah dan maksud daripada jurnal tersebut ialah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam rangka pertanahan nasional dalam kaitannya pemerintah sebagai pemberi kebijakan dalam hal agraria. Dengan adanya revitalisasi kebijakan agraria maka ditemukan pemecahan masalah bagi masyarakat dalam hal memerlukan perlindungan hak atas tanah dan masa depan kehidupan bagi kesejahteraan sosial ke depannya. Upaya revitalisasi kebijakan agraria ini dapat dicapai apabila terdapat kesepahaman tentang hakikat tanah untuk kesejahteraan melalui penguasaan tanah oleh Negara, sesuai dengan amanat Konstitusi. Konflik agraria akan menjamur di Indonesia jika tidak cepat diatasi baik dari pihak Pemeritah maupun dari pihak masyarakat. Tentunya dimulai dengan prisip nasionalitas dimana dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pasal 33 ayat 3 disebutkan, ’’Bumi, dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat’’. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bangsa Indonesia ataupun Negara bukanlah bertindak sebagai pemilik tanah, namun sebagai organisasi kekuasaan dari seluruh rakyat (bangsa) bertindak sebagai badan penguasa. Sesuai dengan pangkal pendirian tersebut, perkataan “dikuasai” dalam pasal tersebut bukanlah “dimiliki” akan tetapi memberikan wewenang kepada Negara sebagai organisasi kekuasaan dari bangsa Indonesia untuk pada tingkatan kekuasaan tertinggi melakukan ;
1. Mengatur dan menyelenggarakan peruntukkan, penggunaan, persediaan, dan pemeliharaannya;
2. Menentukan dan mengatur hak-hak yang dapat dipunyai atas (bagian dari) bumi, air dan ruang angkasa itu;
3. Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.
Dalam Pasal 9 UUPA juga secara jelas menyebutkan bahwa hanya Warga Negara Indonesia saja yang boleh mempunyai hubungan yang sepenuhnya dengan bumi, air dan ruang angkasa. Badan-badan hukum Indonesia juga mempunyai hak-hak atas tanah, tetapi untuk mempunyai hak milik hanya badan-badan hukum yang ditunjuk oleh Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1963 tentang Penunjukan Badan-badan Hukum yang dapat mempunyai hak Milik atas Tanah, antara lain : Bank bank yang didirikan oleh Negara, Perkumpulan-perkumpulan koperasi pertanian yang didirikan berdasarkan Undang-undang Nomor 79 Tahun 1963, badan-badan keagamaan yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian/ Agraria setelah mendengar pendapat Menteri Agama, dan badan-badan sosial yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian atau mendengar Menteri Sosial. Kemudian pasal 19 UUPA mengamanahkan bahwa untuk menjamin adanya kepastian hukum, pemerintah wajib melaksanakan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Indonesia, hal ini dilakukan dengan mengingat keadaan negara dan masyarakat serta keperluan lalu lintas sosial ekonomis masyarakat. Secara legal formal pendaftaran tanah menjadi dasar bagi status/kepemilikan tanah bagi individu atau badan hukum selaku pemegang hak yang sah secara hukum. Eksistensi Badan Pertanahan Nasional yang memiliki tugas dan kewajiban di bidang pertanahan dipertegas dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional. Dalam salah satu pertimbangan terbitnya peraturan Presiden ini adalah bahwa tanah merupakan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga perlu di atur dan dikelola secara nasional untuk menjaga keberlanjutan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Komite Pertanahan. Komite Pertanahan ini bertujuan untuk menggali pemikiran dan pandangan dari pihak – pihak yang berkepentingan dengan bidang pertanahan dan dalam rangka perumusan kebijakan nasional di bidang pertanahan, adapun tugas Komite Pertanahan yaitu memberikan masukan, saran, dan pertimbangan kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional dalam perumusan kebijakan nasional dibidang pertanahan. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 diganti oleh Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, tentang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangana pemerintah pusat dan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan adanya Hukum Pertanahan Nasional diharapkan terciptanya kepastian hukum di Indonesia. Untuk tujuan tersebut oleh pemerintah ditindaklanjuti dengan penyediaan perangkat hukum tertulis berupa peraturan-peraturan lain dibidang hukum pertanahan nasional yang mendukung kepastian hukum serta selanjutnya lewat perangkat peraturan yang ada dilaksanakan penegakan hukum berupa penyelenggaraan pendaftaran tanah yang efektif. Macam-macam hak atas tanah dalam sistem pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria menurut UUPA dibedakan dalam dua katagori : (1) hak primer yaitu semua hak yang diperoleh langsung dari negara dan (2) hak sekunder artinya semua hak yang diperoleh dari pemegang hak atas tanah lain berdasarkan perjanjian bersama, kemudian dikembangkan menjadi 4 (empat) hak atas tanah, yaitu Hak Milik, HGU, HGB, dan Hak Pakai. Pengaturan HGU dan HGB dalam UUPA menunjukkan bahwa UUPA tidak konsisten, karena HGU dan HGB sebetulnya merupakan hasil konversi dari hak opstal dan hak erfpacht. Kalau mendasarkan diri pada hukum adat, maka hak atas tanah itu hanya hak milik dan hak untuk menggunakan tanah baik tanah negara maupun tanah hak milik orang lain (yang idealnya disebut hak pakai). Dalam kaitannya dengan jurnal tersebut, dapat dilihat bahwa memang yang menjadi acuan permasalahan salah satunya ialah pengaturan penguasaan tanah yang memicu ketimpangan penguasaan/pemilikan tanah, baik di daerah perkotaan maupun di daerah pendesaan yang telah menimbulkan ketidakadilan dalam penguasaan/pemilikan tanah yang terus terkumulasi kepada pemilik modal. Selain itu juga, jaminan kepastian hukum yang dirasakan masih dalam posisi lemah. Padahal Indonesia merupakan Negara agraris dan memiliki potensi sumber kekayaan alam untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. Namun dalam pengelolaannya masih terdapat permasalahan tata ruang dan pemanfaatan kawasan, baik itu untuk sektor kehutanan, partanian, maupun pertambangan. Pada jurnal tersebut memang menitikberatkan pada pengelolaan sumber kekayaan alam hendaknya pada aspek kesejahteraan sosial, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di daerah, dengan ditopang oleh tegaknya rule of law dan disertai dengan kompetensi aparatur yang mampu mengedepankan dialog dalam penyelesaian masalah, khususnya di bidang agrarian namun dalam landasan yuridis yang mengatur masalah keagrariaan/pertanahan, tidak sepenuhnya dilaksanakan secara konsekuen dengan berbagai alasan, sehingga menimbulkan masalah pertanahan. Sumber berbagai konflik atau masalah bisa disebabkan dari ;
1. Pemilikan atau penguasaan tanah yang tidak seimbang dan tidak merata ;
2. Ketidakserasian penggunaan tanah pertanian dan nonpertanian;
3. Kurangnya keberpihakan kepada masyarakat golongan ekonomi lemah;
4. Kurangnya pengakuan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat atas tanah atau hak ulayat;
5. Lemahnya posisi tawar masyarakat pemegang hak atas tanah dalam pembebasan tanah.
Apabila ada permasalahan hendaknya diselesaikan melalui jasa hukum, baik melalui pelaksanaan peraturan perundangan maupun melalui putusan pengadilan. Namun karena pendaftaran tanah di Indonesia baru sekitar 30 persen dan juga lembaga menangani masalah pertanahan terutama lembaga peradilan tidak mendapat pengakuan dan kepercayaan masyarakat karena ketidakmampuannya menyelesaikan masalah secara adil dan merata, maka akibatnya permasalahan pertanahan sering diselesaikan dengan bahasa sendiri oleh masyarakat berupa aksi pengerahan massa bahkan tidak jarang memicu bentrokan fisik yang bisa memakan korban jiwa sehingga menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Secara teoritis, penanganan masalah pertanahan dapat dilakukan sendiri oleh instansi yang menangani masalah pertanahan tanpa harus selalu menyerahkannya pada badan peradilan. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepada Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1999, diatur bahwa dalam penyelesaian sengketa pertanahan diupayakan penanganannya oleh instansi BPN sendiri, hanya apabila masalahnya dianggap rumit dan terkait dengan pejabat/instansi lain, tim yang dibentuk harus berkoordinasi dengan instansi lain. Jadi, kesimpulannya menurut pendapat saya dalam jurnal tersebut yang membahas tentang bagaimana analisis secara komprehensif dan ditinjau dari analisa aspek-aspek geografi, demografi, sumber daya alam, ideology, politik, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan sehingga permasalahan dapat dilihat secara utuh maka hendaknya analisa tersebut dapat menjamin rasa keadilan dann kepastian hukum bagi masyarakat. Karena tanah sebagai sumber kemakmuran rakyat yang diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan turunannya, maka keselarasan antarperaturan perundang-undangan perlu diupayakan dan bagaimana implementasinya seterusnya dilakukan secara konsisten dan konsekuen. Terutama arah kebijakan tersebut tentu saja tidak mudah untuk mewujudkan atau mencapainya dalam jangka pendek, karena harus disesuaikan dengan situasi dan keadaan yang berkembang pada masa sekarang. Meskipun harapan Lemhannas RI dalam jurnal ini untuk mengadakan Sistem Informasi Pertanahan secara nasional dan menyatakan revitalisasi kebijakan agrarian tersebut sangat mendesak dan harus dilakukan dengan alasan karena implikasinya sangat luas terhadap stabilitas keamanan dan keadilan dalam rangka kesejahteraan. Dalam konteks meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam rangka ketanahan nasional sehingga Lemhannas RI mendukung dilaksanakannya Kongres Agraria, perlu perjuangan dan kerjasama antar pihak mengingat pembaruan agraria sebagai implementasi dari UUPA tahun 1960 merupakan sangat berpengaruh terhadap politik pertanahan nasional.
Penulisnya adalah LEMHANNAS RI.

Senin, 10 November 2014

Bangkit dan Menjadi Terang

Bangkit dan Menjadi Terang


Yesaya 60 : 1 - 2
"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu."

Karena air mendadak mati tadi malam, saya pun bergegas keluar hendak memeriksa toren (galon penampung air) dan pipa-pipa penghubungnya. Karena hari sudah malam maka saya pun membutuhkan senter. Ternyata baterainya sudah lemah sehingga sinarnya redup. Untuk kembali bisa mendapatkan cahaya yang terang maka saya terlebih dahulu harus menaikkan sumber tenaganya, yaitu dengan mengganti baterai. Selagi saya mencari tahu apa yang menyebabkan air berhenti mengalir di rumah, saya pun teringat akan sebuah ayat yang berisi seruan Tuhan mengenai hal yang sangat penting untuk diingat dan dilakukan orang percaya, yang mirip seperti sebuah senter.

Ayat tersebut berkata: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." Yesaya 60 : 1 - 2

Ayat ini dengan sangat jelas berbicara bagi kita untuk: bangkit dan menjadi terang. Kita tidak akan pernah bisa menjadi terang kalau kita masih bermasalah terhadap diri sendiri. Jika rohani kita lemah, bagai senter yang sudah mulai kehabisan baterai, bagaimana mungkin cahaya terang bisa keluar dari sana ?

Seperti itu pula diri kita. Kalau kita masih terpuruk dan membiarkan diri kita lemah secara rohani, maka kita tidak akan mampu bersinar. Sumber terang itu berasal dari Tuhan. Kemuliaan Tuhan bisa terbit dan bersinar terang dalam diri kita, dan itu hanya akan terjadi apabila kita senantiasa berjalan bersamanya. Jangan berharap bisa memiliki terang Tuhan menyinari diri kita apabila kita jarang membangun hubungan dengan Tuhan atau malah terus melanggar perintah-Nya.

Jadi sebelum menjadi terang, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa diri kita tidak mengalami keterpurukan rohani. Lalu adakah cahaya jika tidak dipakai menerangi gelap ? Tentu saja tidak.

Senter tidak akan berfungsi jika dipakai ditengah terik siang hari.

Senter akan sangat bermanfaat di dalam ruangan atau keadaan yang gelap.

Dan itu sama seperti kita. Terang yang berasal dari Tuhan tidak akan berguna jika kita simpan sendiri. Oleh karena itu, bangkitlah terlebih dahulu, pastikan terang Tuhan terbit atas kita, dan kemudian jadilah terang yang bisa menerangi dunia yang penuh dengan kegelapan dan kekelaman moral.

Lebih lanjut dari Kristus sendiri kita bisa mengetahui bahwa ketika kita mengaku dan percaya pada Yesus, kita pun menerima terang, sebab terang yang sejati adalah Kristus sendiri.

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8 : 12

Tuhan Yesus memberikan terang kepada kita semua, dan kita harus berusaha untuk menjaga agar terang itu terus bersinar dan menerangi sekeliling kita.

Dalam surat Efesus Paulus berkata: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Efesus 5 : 14

Ayat ini mengingatkan hal yang sama seperti apa yang dipesankan Yesaya. Kita harus ingat bahwa terang yang kita terima bukanlah untuk diri kita sendiri saja, tetapi juga untuk orang lain, terutama bagi orang-orang disekitar kita yang masih berada dalam kegelapan.

Tuhan rindu anak-anak-Nya mampu memberi peran nyata untuk menjadi cahaya terang dalam kegelapan. Tuhan ingin kita terus bersinar bagi dunia ketika kemuliaan Tuhan akan terbit atas kita. Menjadi terang bukan berarti bahwa kita harus selalu berdoa keliling atau melayani penuh waktu, tapi bisa juga lewat perbuatan-perbuatan kita yang sederhana yang menunjukkan perbedaan nyata dengan pola pikir duniawi.

Misalnya ketika orang korupsi, kita tidak ikut-ikutan. Di tengah ketamakan akan harta sehingga orang menjadi pelit, kita justru murah hati dan mau membantu orang lain.

Ketika orang lebih suka menerima, kita malah suka memberi.

Ketika orang terlalu sibuk tanpa henti mengumpulkan harta, kita meluangkan waktu untuk saat teduh dan mau menjangkau orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Ketika orang menjadi sombong akan kesuksesannya, kita tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa semua itu adalah berkat yang berasal dari Tuhan. Jika dunia melakukan pemaksaan lewat kekerasan, kita mengenalkan bahwa Tuhan adalah kasih lewat hidup dan perbuatan kita.

Ketika orang hidup morat marit tanpa harapan, kita tetap bersukacita karena dalam Kristus selalu ada pengharapan.

Ketika dunia hidup menurut kedagingan, kita hidup benar dipimpin Roh Kudus. Semua itu menunjukkan bahwa ada terang sejati yang berkuasa di dalam diri kita, dimana dunia akan melihat perbedaan nyata dan mengerti akan arti terang dalam Kristus.

Dalam kitab Hakim Hakim dikatakan : "Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN ! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya." Hakim Hakim 5 : 31

Bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya yang penuh sinar terang, itulah yang sesungguhnya ada dalam diri orang-orang benar yang mengasihi Tuhan.

Kita harus terus meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan lewat doa, baik doa pribadi maupun membangun mezbah keluarga dan sebagainya.

Kita harus terus memperkuat rohani kita dengan asupan Firman Tuhan setiap hari. Kemudian, janganlah pernah menutup diri dan hanya memusatkan segala sesuatu pada kebutuhan dan kecukupan diri sendiri saja.

Lihat sekeliling kita, masih banyak yang butuh pertolongan dan terikat dalam gelap, peduli lah pada mereka.

Jika kita melakukan itu, Tuhan pun akan berkata: "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu." Yesaya 58 : 8

Dunia yang kita hidupi sekarang penuh dengan kegelapan dan kekelaman.

Apakah anda bersedia untuk tampil menjadi terang ?

Jika ya, bangkitlah dan menjadi teranglah !!!

Terang membawa sukacita dan keselamatan bukan hanya untuk kita tapi juga untuk orang lain.


TUHAN YESUS Memberkati.
— bersama Icanonly Imagine dan 48 lainnya.
Foto: Bangkit dan Menjadi Terang


Yesaya 60 : 1 - 2
"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu."

Karena air mendadak mati tadi malam, saya pun bergegas keluar hendak memeriksa toren (galon penampung air) dan pipa-pipa penghubungnya. Karena hari sudah malam maka saya pun membutuhkan senter. Ternyata baterainya sudah lemah sehingga sinarnya redup. Untuk kembali bisa mendapatkan cahaya yang terang maka saya terlebih dahulu harus menaikkan sumber tenaganya, yaitu dengan mengganti baterai. Selagi saya mencari tahu apa yang menyebabkan air berhenti mengalir di rumah, saya pun teringat akan sebuah ayat yang berisi seruan Tuhan mengenai hal yang sangat penting untuk diingat dan dilakukan orang percaya, yang mirip seperti sebuah senter.

Ayat tersebut berkata: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." Yesaya 60 : 1 - 2

Ayat ini dengan sangat jelas berbicara bagi kita untuk: bangkit dan menjadi terang. Kita tidak akan pernah bisa menjadi terang kalau kita masih bermasalah terhadap diri sendiri. Jika rohani kita lemah, bagai senter yang sudah mulai kehabisan baterai, bagaimana mungkin cahaya terang bisa keluar dari sana ?

Seperti itu pula diri kita. Kalau kita masih terpuruk dan membiarkan diri kita lemah secara rohani, maka kita tidak akan mampu bersinar. Sumber terang itu berasal dari Tuhan. Kemuliaan Tuhan bisa terbit dan bersinar terang dalam diri kita, dan itu hanya akan terjadi apabila kita senantiasa berjalan bersamanya. Jangan berharap bisa memiliki terang Tuhan menyinari diri kita apabila kita jarang membangun hubungan dengan Tuhan atau malah terus melanggar perintah-Nya.

Jadi sebelum menjadi terang, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa diri kita tidak mengalami keterpurukan rohani. Lalu adakah cahaya jika tidak dipakai menerangi gelap ? Tentu saja tidak.

Senter tidak akan berfungsi jika dipakai ditengah terik siang hari.

Senter akan sangat bermanfaat di dalam ruangan atau keadaan yang gelap.

Dan itu sama seperti kita. Terang yang berasal dari Tuhan tidak akan berguna jika kita simpan sendiri. Oleh karena itu, bangkitlah terlebih dahulu, pastikan terang Tuhan terbit atas kita, dan kemudian jadilah terang yang bisa menerangi dunia yang penuh dengan kegelapan dan kekelaman moral.

Lebih lanjut dari Kristus sendiri kita bisa mengetahui bahwa ketika kita mengaku dan percaya pada Yesus, kita pun menerima terang, sebab terang yang sejati adalah Kristus sendiri.

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."  Yohanes 8 : 12

Tuhan Yesus memberikan terang kepada kita semua, dan kita harus berusaha untuk menjaga agar terang itu terus bersinar dan menerangi sekeliling kita.

Dalam surat Efesus Paulus berkata: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."  Efesus 5 : 14

Ayat ini mengingatkan hal yang sama seperti apa yang dipesankan Yesaya. Kita harus ingat bahwa terang yang kita terima bukanlah untuk diri kita sendiri saja, tetapi juga untuk orang lain, terutama bagi orang-orang disekitar kita yang masih berada dalam kegelapan.

Tuhan rindu anak-anak-Nya mampu memberi peran nyata untuk menjadi cahaya terang dalam kegelapan. Tuhan ingin kita terus bersinar bagi dunia ketika kemuliaan Tuhan akan terbit atas kita. Menjadi terang bukan berarti bahwa kita harus selalu berdoa keliling atau melayani penuh waktu, tapi bisa juga lewat perbuatan-perbuatan kita yang sederhana yang menunjukkan perbedaan nyata dengan pola pikir duniawi.

Misalnya ketika orang korupsi, kita tidak ikut-ikutan. Di tengah ketamakan akan harta sehingga orang menjadi pelit, kita justru murah hati dan mau membantu orang lain.

Ketika orang lebih suka menerima, kita malah suka memberi.

Ketika orang terlalu sibuk tanpa henti mengumpulkan harta, kita meluangkan waktu untuk saat teduh dan mau menjangkau orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Ketika orang menjadi sombong akan kesuksesannya, kita tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa semua itu adalah berkat yang berasal dari Tuhan. Jika dunia melakukan pemaksaan lewat kekerasan, kita mengenalkan bahwa Tuhan adalah kasih lewat hidup dan perbuatan kita.

Ketika orang hidup morat marit tanpa harapan, kita tetap bersukacita karena dalam Kristus selalu ada pengharapan.

Ketika dunia hidup menurut kedagingan, kita hidup benar dipimpin Roh Kudus. Semua itu menunjukkan bahwa ada terang sejati yang berkuasa di dalam diri kita, dimana dunia akan melihat perbedaan nyata dan mengerti akan arti terang dalam Kristus.

Dalam kitab Hakim Hakim dikatakan : "Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN ! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya." Hakim Hakim 5 : 31

Bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya yang penuh sinar terang, itulah yang sesungguhnya ada dalam diri orang-orang benar yang mengasihi Tuhan.

Kita harus terus meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan lewat doa, baik doa pribadi maupun membangun mezbah keluarga dan sebagainya.

Kita harus terus memperkuat rohani kita dengan asupan Firman Tuhan setiap hari. Kemudian, janganlah pernah menutup diri dan hanya memusatkan segala sesuatu pada kebutuhan dan kecukupan diri sendiri saja.

Lihat sekeliling kita, masih banyak yang butuh pertolongan dan terikat dalam gelap, peduli lah pada mereka.

Jika kita melakukan itu, Tuhan pun akan berkata: "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu." Yesaya 58 : 8

Dunia yang kita hidupi sekarang penuh dengan kegelapan dan kekelaman.

Apakah anda bersedia untuk tampil menjadi terang ?

Jika ya, bangkitlah dan menjadi teranglah !!!

Terang membawa sukacita dan keselamatan bukan hanya untuk kita tapi juga untuk orang lain.


TUHAN YESUS Memberkati.


Selasa, 04 November 2014

3 November 2014 (Belajar Lebih Bijak lewat masalah)

Sering kali keinginan hati yg menawarkan untuk merasa diriku jauh lebih baik dari orang lain, merasa diriku adalah sosok yang perlu diperhatikan dan diperdulikan, dan hatiku merasa biasa biasa atau merasa tidak ada terjadi apa apa apabila terjadi sesuatu terhadap cara berfikirku atau pemahamanku yang pada saat itu adalah dalam keadaan posisi yg dilarang untuk menunjukkan sikap keluhan-keluhan, sikap yang berbicara dengan semaunya, bahkan lebih buruk lagi sikapku yang kutunjukkan.
Jika kukenang kembali sikapku beberapa waktu tahun tahun yang lalu, ku adalah seseorang yang pribadinya yang sangat tidak menyenangkan, tidak tau cara menjaga sikap dgn orang disekikar, karakter yang sungguh memalukan, sikap yg sombong.  Meskipun tidak bisa disebutkan satu persatu contohnya seperti apa,tapi Jika ku flash back, aku merasa aku perlu berubah dan memang harus berubah.
Tentunya, akan tidak mudah seperti membalikan telapak tangan jika ingin mengalami perubahan, tentu semuanya akan perlu banyak memakan waktu, dan akan banyak perjuangan utk bisa menjadi pribadi yang cerdas dan pintar dalam memanajemen karakter. Yang pasti dimulai dengan kemauan terlebih dahulu. Jika ada kata Mau maka tidak akan sulit.
Kesalahan terbesar bagiku adalah jika aku terlambat memahami arti kesungguhan sebuah perubahan dari kehidupan. Aku tidak dapat membayangkan jika aku tidak cepat-cepat meresponi atau instropeksi diri. Akan banyak hal yg akan kurasakan, yaitu merasakan kerugian terbesar di hidupku. Bahkan bisa jadi aku kehilangan semuanya.
Satu tahun itu singkat, usia ku di dunia ini akan singkat, tp yang harus ku pandang adalah depan dari ke depannya. Apakah hidupku hanya sekedar utk sukses, kaya, punya banyak teman, melangsungkan pernikahan, lalu bahagia dan kemudian tutup usia. Tentu Tuhan tidak menciptakan manusia hanya dengan maksud sesederhana itu. Pasti jauh lebih besar dan mulia pekerjaanNya.
Yaitu, untuk setiap manusia menyadari bahwa Tuhan Yesuslah satu-satuNya penolong manusia, Bahwa lewat ku dilahirkan ke dunia ini adalah untuk terus menyaksikan kebaikanNya, Menceritakan perbuatanNya, Menaklukkan dunia ini dengan caraNya yg ajaib dengan terus memakaiku menjadi alat pelukis indahNya sehingga setiap umatNya datang dan berseru utk menyembahNya.
Yaa, tentu hidupku sungguh spesial. Namun, ku mau belajar untuk terus bersikap dengan benar dihadapanNya.
Tuhan Yesus,, hanya dengan menuliskan surat cintaku padaMu, ku merasa lebih baik.
Terima kasih atas pembentukan karakterMu dari hari ke hari, dari bulan ke bulan dan sampai tahun ke tahun. KesetiaaMu yg tak terlampau akal pikiran. Jaminan hidupku adalah Engkau Yesus. Ku bersyukur padaMu. Kau Tuhan yang sungguh mengasihiku, sehingga Kau jadikan hidupku penuh berwarna lewat tantangan, lewat masalah, lewat orang2 yang mengecewakan ku, orang2 yg mengkhianati, org2 yg tdk menyukaiku, itulah bentuk pembentukkan karakter yang Kau berikan bagiku. Karna satu hal yang kupercaya, itu bukti KasihMu Bapa.
Kupercaya, Engkau sedang mempersiapkan aku ke dalam setiap rencanaMu. Bapa, ini aku anakMu, yang mau belajar untuk peka dan sadar bahwa Engkau sedang mengajari aku setiap hari. Bapa, kuserahkan semua isi hatiku ini kepadaMu, aku hari ini marah dan tidak terima atas kejadian yang menimpaku. Peristiwa yang menjengkelkanku. Tuhan Yesus, biarkan saja urusan pembalasan dan penghakiman itu adalah urusanMu. Bukan hakku Bapa, .. :'( :'(
Tuhan Yesus,,, aku berdoa hari ini supaya hatiku tetap tenang dan damai kpd org yg bersalah kepadaku. Inilah masalah ku Bapa, Tolong aku untuk bisa mendoakan orang yang melakukan kesalahan padaku, ampuni aku karna aku salah dalam bersikap. Dan buat aku menjadi wanita yabg bijak, tegas dan penuh kasih spt teladanMu Bapa. Engkau mengasihi org yang bersalah maka dari itu ada waktu Engkau untuk bertindak dan bersikap secara tegas agar mereka yg bersalah menyadari bahwa itu salah. Dan ada waktuMu untuk bersikap lemah lembut, karna itulah pribadiMu.
Hari ini kupercaya, Kau sanggup membuat ku semakin bertumbuh dan berbuah di dalam Engkau sampai ku menutup mata nanti.
Terima Kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh baik.

Favorit

Apa itu AKTA NOTARIS ???

ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS...    ...