Mengenai Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Jumat, 06 Januari 2017

Kisah Natal - Mengapa Yesus Menjadi Manusia


Kisah Natal - Mengapa Yesus Menjadi Manusia


 

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
“Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih,” kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. “Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya… “
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.
“Saya tidak mau menjadi munafik,” jawabnya. “Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang.”
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.
Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.
Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka? Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.
Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.
“Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan,” kata pria itu pada dirinya sendiri, “…dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman.”
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.
Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, “Sekarang saya mengerti,” bisiknya dengan terisak. “Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia…”
__________________________________________________________________
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Ilustrasi 3 pohon


Ilustrasi 3 pohon 

Suatu kali sebuah peristiwa ada 3 pohon diatas sebuah bukit dalam sebuah hutan. Mereka sedang berbincang-bincang tentang harapan-harapan dan mimpi mereka. Pohon yang pertama berkata, suatu hari nanti aku berharap bisa menjadi sebuah kotak tempat penyimpanan harta. Aku bisa dihiasi dengan ukiran-ukiran yg rumit, sehingga setiap orang akan melihat kecantikanku. Kemudian pohon yg kedua berkata, suatu hari nanti aku akan menjadi sebuah kapal yang besar.
Aku akan membawa para raja dan ratu mengarungi lautan sampai ke ujung-ujung bumi. Setiap orang akan merasa aman dalamku karena kekuatan dari tubuhku. Dan kemudian akhirnya pohon yang ketika berkata, aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi terkuat dihutan ini. Orang akan memandangku dari atas puncak bukit dapat melihat carang-carangku. Kalau orang berfikir tentang surga Allah betapa dekatnya jangkauanku kesana. Aku akan menjadi pohon yg terbesar disepanjang waktu orang akan mengingat aku senantiasa. Setelah beberapa tahun berdoa mimpi mereka menjadi kenyataan, datanglah satu kelompok penebang kayu ke hutan itu, ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon pertama ia berkata, kelihatannya pohon ini kuat sekali, aku kira ini dapat dijual kepada seorang tukang kayu dan ia mulai menebang pohon itu.
Pohon tersebut sangat bahagia sekali karena ia tahu bahwa si tukang kayu akan menjadikannya sebuah peti penyimpanan harta. Seorang penebang kayu lainnya berkata kepada pohon yg kedua, kelihatannya pohon ini kuat aku dapat menjualnya kepada tukang pembuat kapal. Pohon tersebut bahagia karena ia tahu ia akan menjadi sebuah kapal yg besar. Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon yg ketiga, pohon tersebut ketakutan karena ia tahu kalau ia sampai ditebang,, maka mimpinya tidak akan menjadi kenyataan. Salah seorang penebang kayu berkata, aku tidak perlu sesuatu yg spesial dari pohon ini jadi aku bawa saja, kemudian ditebanglah pohon ketiga tersebut.
Ketika pohon pertama dobawa kepada tukang kayu, ia dijadikan sebagai sebuah kotak tempat makanan hewan. Ia diletakkan disebuah kandang yg dipenuhi dengan jerami. Hal ini bukanlah seperti yg pohon tersebut doakan dan harapkan. Pohon kedua dipotong-potong untuk dijadikan sebuah perahu kecil pemancing ikan. Mimpinya menjadi sebuah kapal yg besar yg dapat membawa para raja berakhirlah sudah. Kemudian pohon ketiga pun dipotong-potong dalam ukuran yg besar-besar yg ditinggali begitu saja dalam kegelapan.
Tahun demi tahun berlalu pohon-pohon tersebut sudah lupa akan mimpi mereka. Suatu hari ada seorang pria dan wanita datang ke kandang tersebut. Si wanita melahirkan seorang bayi dan meletakkan bayi tersebut dalam kotak makanan hewan ( yang dibuat darin pohon pertama) yg dipenuhi dengan jerami. Si pria berharap mendapatkan tempat  tidur untuk bayi tersebut tapi palungan itulah yg menjadi tempatnya. Pohon tersebut dapat merasakan betapa penting peristiwa tersebut, ia telah menyimpan harta yg termulia sepanjang jaman. Kemudian tahun-tahun berikutnya, sekelompok orang berada dalam sebuah perahu pemancing ikan yg dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang dari mereka sedang kelelahan akhirnya tertidur.
Ketika mereka ada ditengah-tengah laut, gelombang besar melanda mereka, pohon tersebut tidak menyangka kalau ia cukup kuat untuk menyelamatkan orang-orang yg ada dalam perahu tersebut. Orang-orang tersebut membangunkan orang yg sedang tertidur itu, kemudian ia berdiri sambil berkata”diam dan tenanglah” sehingga gelombang tersebut berhenti. Kali ini pohon tersebut menyadari bahwa ia telah membawa raja diatas segala raja dalam perahunya. Akhirnya ada seorang datang mendapatkan pohon yg ketiga, pohon tersebut diseret sepanjang jalan, banyak yg mengejek orang yg sedang memikul kayu tersebut. Ketika mereka sampai pada suatu tempat, orang tersebut dipakukan pada kayu tersebut kemudian diangkat  tinggi sampai mati diatas sebuah puncak bukit. Ketika hari Minggu tiba, pohon tersebut menyadari bahwa ia cukup kuat untuk tegak berdiri diatas puncak yg berada sedekat dengan Allah karena Yesus telah disalibkan pada kayu pohon tersebut.
Pesan : ketika segala rencana tidak sesuai dengan apa yg kita harapkan, selalu ingat Allah punya rencana untuk saudara. Kalau kita menaruh percaya padaNya, ia akanmembarikan kepada kita karunia-karunia besar. Masing-masing pohon tersebut mendapatkan apa yg mereka inginkan, Cuma tidak seperti yg mereka bayangkan. Amen J

Kamis, 05 Januari 2017

Mencari Jodoh



Saya sangat tertarik dengan kisah pencarian jodoh yang dikisahkan dalam Alkitab, yaitu pencarian jodoh untuk Ishak. Ishak adalah anak Abraham dari Sara, istrinya.
Suatu saat Abraham menugaskan hambanya yang lebih tua mencarikan jodoh bagi Ishak. Adapun criteria jodoh yang dicarinya itu adalah masih berasal dari sanak saudaranya, jangan sampai mencarikan jodoh dari kelompok orang kafir. Hambanya ini tidak boleh pulang sebelum mendapatkan jodoh bagi anaknya.
Hamba ini pun diberangkatkan dengan perbekalan yang lengkap, di antaranya berbagai perhiasan dan pakaian yang indah. Selain itu, diperlengkapi juga dengan bawaan 10 ekor unta. Tugas ini bukanlah hal yang mudah. Hampir saja hamba ini menyerah karena merasa tidak sanggup melakukannya. Abraham memotivasinya dan mengatakan bahwa perjalannya pasti berhasil karena Tuhan pasti menyertai perjalanan dan usahanya itu. Hamba ini pun memohon doa restu dari majikannya supaya langkahnya berjalan baik.
Tidak lupa hamba ini juga memohon petunjuk dari Tuhan untuk mendapatkan jodoh bagi anak majikannya itu. Hamba ini meminta tanda dari Tuhan. Barangsiapa yang pertama kali saya temui, yang mau memberikan air minum untuk saya dan binatang bawaan saya, ialah gadis yang akan menjadi jodoh bagi Ishak.” Padahal hamba itu belum mengenal siapa saja sanak saudara majikannya itu. Belum lagi perjalanan yang ditempuhnya sangat jauh.
Benar saja, hamba ini melihat seorang gadis sedang menmba air di sumur dan memenuhi buyung atau tempayan yang dibawanya. Hamba ini pun memohon kepadanya, “Berikanlah air untuk saya.” Gadis ini pun memberikan air dari buyungnya itu. Bahkan binatang bawaan hamba itu pun diberinya minum. Oleh karena sudah jelas tanda yang diberikan Tuhan kepadanya, hamba ini bertanya kepada gadis itu, “Siapa namamu dan dari mana kamu berasal ?” Gadis ini pun member  tahu namanya dan keluarganya. Nama gadis itu adala Ribka. Hamba Abraham itu memberikan gadis itu anting-anting emas seberat 0,5 syikal (=5,7 gram) dan sepasang gelang tangan seberat 10 syikal (=114 gram). Sungguh jumlah yang sangat besar. Mendapat perlakuan yang special itu, Ribka pun berlari menuju rumahnya dan memberi tahu akan kejadian itu.
Orang tua dan kakaknya heran mendengat cerita Ribka.hamba Abraham itu disambut datang ke rumah orangtua Ribka. Ia dijamu dengan baik. Hamba itu menceritakan tugas dan perjalanannya. Orangtua dan saudara Ribka pun menyetujui untuk membawa Ribka kerumah tuannya, Abraham untuk menjadi istri bagi Ishak. Hamba itu pun memberikan mas kawin sebagai tanda keseriusan kepada Ribka, yaitu perhiasan emas, perak, dan pakaian kebesaran. Demikian juga saudara Ribka dan ibunya mendapatkan pemberian yang indah-indah atas jawaban kesediaan Ribka menjadi pendamping bagi Ishak.
Oleh karena itu, Ribka dibawa bersama hamba Abraham. Tidak lupa bahwa orang tua Ribka memberkati anaknya supaya mempunyai  keturunan yang banyak dan menjadi penguasa diberbagai daerah. Usaha hamba ini pun berhasil dan sukses. Akhirnya Ishak menikahi Ribka yang nantinya akan melahirkan dua anak laki-laki yang kembar yaitu Esau dan Yakub.
Ada ungkapan yang berkata “Takkan lari gunung dikejar.” Sehubungan dengan pasangan hidup, ada yang berkata, “Jodoh sudah dipersiapkan oleh Tuhan.” Benarkah demikian ? Memang gunung tidak akan lari, bahkan ttidak akan bergerak kalau didekati. Hal ini bergerak adalah orang yang mendekatinya. Itu artinya bahwa dalam hal jodoh dibutuhkan usaha. Di mana ada usaha disitu ada jalan. Memang jodoh sudah dipersiapkan Tuhan. Namun, Tuhan menghendaki manusia untuk berusaha.
Dari kisah tersebut, kita dapat melihat usaha dan perjuangan keras untuk mendapatkan jodoh bagi Ishak. Penekanan utama dalam kisah tersebut adalah melibatkan Tuhan dalam mencari jodoh. Berkat penyertaan dan pertolongan Tuhan sehingga hamba itu berhasil menjalankan tugas yang diamanatkan kepadanya. Ishak pun mendapatkan jodoh melalui hamba Abraham.
Perkawinan yang bahagia tidak terlepas dengan campur tangan Tuhan. Seseorang pernah mengatakan bahwa perkawinan itu seperti ritsleting. Pada ritsleting itu ada dua baris sejajar yang bergerigi. Dua baris yang bergerigi bisa sangat serasi menempel satu sama lain. Ia bisa mengaitkan dua baris bergerigi dan menguncinya.
Demikian juga dalam perkawinan. Dua orang bisa menjadi satu seperti dua baris bergerigi. Namun bila mereka meninggalkan Allah dalam kehidupan dan perkawinan mereka, mereka akan nmenjadi ritsleting tanpa pengait. Ritsleting itu tidak bisa bekerja. Dalam perkawinan ada tiga pribadi yang terlibat ; seorang pria, seorang wanita dan Allah.
Doa merupakan modal bagi keluarga Ishak dengan Ribka dalam membina rumah tangga yang baru. Ada doa dari Abraham sebagai orangtua Ishak, ada doa dari hamba Abraham yang memohon petunjuk untuk mendapatkan jodoh bagi Ishak dan ada doa dari orangtua Ribka waktu memberangkatkan Ribka menemui calon suaminya.
Alkitab melaporkan bahwa pada kemudian hari keluarga Ishak menjadi keluarga yang berbahagia. Ribka menjadi cinta abadinya yang diberikan Tuhan kepadanya. Tidak ada wanita lain yang menggantikan sosok Ribka. Tidak ada gundik atau isteri lain. Saya pun berkesimpulan bahwa Tuhan menyertai keluarganya karena keluarga ini memohon petunjuk dan pimpinan Tuhan.
Hal kedua yang saya amati dari perjalanan kisah cinta antara Ishak dan Ribka adalah tentang pengurbanan dan harga yang mahal. Selain dukungan doa dari Abraham, hamba itu juga diberangkatkan dengan sepasukan ternak dalam jumlah yang besar. Belum lagi dengan berbagai jenis perhiasan dan pakaian kebesaran.
Pertama kali bertemu dengan Ribka, hamba itu sudah memberikan anting-anting 0,5 syikal dan sepasang gelang tangan seberat 10 syikal. Ketika ada kesepakatan menerima lamaran Ishak atas Ribka, hamba itu memberikan lagi perhiasan dalam jumlah yang banyak dan juga pakaian kebesaran. Tidak hanya itu, saudaranya Ribka dan orangtuanya  juga diberikan pemberian yang indah-indah.
Balasan yang diberikan oleh pihak perempuan (Ribka) adalah dengan menjamu rombongan dari hamba Abraham itu. Mereka mempersiapkan tempat tinggal dan jamuan terbaik bagi hamba Abraham itu. Tentunya selama menginap, rombongan hamba Abraham ini dilayani dengan baik.
Kesimpulan yang saya tarik dari kisah ini adalah cinta membutuhkan pengurbanan dan ada harga yang harus dibayar. Walaupun hamba Abraham sudah menceritakan tentang maksud dan tujuannya tetapi pihak Ribka tidak langsung menjawab “Ya.” Mereka terlebih dahulu menyelidiki dan memikirkan dengan matang tentang si pelamar, baru kemudian mereka berani mengambil keputusan. Jangan sampai menganggap pernikahan itu gampangan. Pernikahan adalah sesuatu yang diperoleh dengan penuh perjuangan dengan membayar harga yang mahal sangat berkesan dan menjadi kenangan sepanjang masa bahkan seumur hidup.
\tidak cukup hanya sekedar jatuh cinta, selanjutnya harus membangun cinta sehingga bisa saling memperlengkapi dan berbenah diri serta saling menerima.
Tiga hal yang dibutuhkan dalam mengawali dan membentuk rumah tangga yang baru, yaitu ;
1.   Keintiman
2.   Hasrat
3.   Komitmen
Bila ketiga hal ini tidak ada dalam pernikahan, dasar pernikahan itu akan rapuh. Setiap pasangan yang telah berumah tangga harus saling belajar satu sama lain untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan sebelumnya.  Bukan berarti sudah menjadin rumah yang sempurna, tetapi mereka sudah menuju kesempurnaan. Oleh karena itulah Yesus berkata, “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna” Matius 5;48
Keintiman dapat dikembangkan oleh setiap individu dalam hubungan dengan pasangannya. Keintiman adalah pengalaman kedekatan melalui kata-kata, sikap dimengerti dan diterima yang mendorong keinginan untuk saling lebih mendekat dan saling mengisi.
Sebagai bagian dari cinta natural, hasrat dimiliki dan dapat dikembangkan oleh setiap individu dalam hubungan dengan pasangannya. Hasrat lahir dari dorongan yang mendekat, menyatu dan memuakan insting seksual. Sesuai dengan naturnya yang irasional, kadang-kadang hasrat bergerak diluar kesadaran dan kendali pribadi. Pasangan yang saling mencintai seharusnya saling mewaspadai kehadiran hasrat dalam hidup mereka.
Komitmen adalah sesuatu yang sangat penting dan harus dilakukan dalam memulai suatu hubungan dan memutuskan untuk menikah. Cinta natural juga memiliki komponen pertimbangan untuk mengambil keputusan dan mengikatkan diri dengan pasangan dalam bentuk yang resmi. Kehadiran komponen ini menentukan besarnya  tanggung jawab, kesetiaan, dan keseriusan untuk mengabadikan hubungan mereka berdua.
Jadi, dengan uniknya ketiga komponen ini (keintiman, hasrat, dan komitmen), hubungan cinta laki-laki dan perempuan merupakan hubungan yang dinamis dengan tiga komponen yang membentuk konfigurasi yang berubah-ubah. Kadang-kadang satu atau dua komponen tersebut mengecil, bahkan hilang meski kedua individu yang bersangkutan masih terikat satu dengan yang lain; atau hubungan di antara kedua pribadi tersebut sudah tidak dinikmati bahkan saling melukai, tanpa keberanian untuk memutuskan (Yakub Susabda, Konseling Pranikah, 2005; 34-35).


Favorit

Apa itu AKTA NOTARIS ???

ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS...    ...