Mengenai Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Rabu, 26 Juni 2019

CIRI CIRI PASANGAN YG BENER

Pasangan Yang Beneran Bahagia Pasti Melakukan Kebiasaan Ini

Hubungan pacaran akan berjalan dengan baik jika kamu sudah menemukan pasangan yang tepat. Tapi buat bisa terus jadi pasangan yang bahagia, kamu dan pacarmu harus sama-sama menghidupi hubungan kalian dengan kasih sayang dan perhatian.Nggak ada resep-resep rahasia supaya hubungan cintamu bisa langgeng dan bahagia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa kamu dan pacarmu lakukan supaya hubungan kalian minim salah paham dan perselisihan. Coba deh lakukan kebiasaan-kebiasaan ini dan lihat bagaimana bahagianya hubunganmu.

1.        Menyesuaikan Waktu Tidurmu dan Pasangan
Kalau kamu belum menikah, tentu wajar kalau kamu dan pasangan akan menutup hari di tempat yang berbeda. Tapi, kamu dan dia bisa mengatur supaya kalian bisa tidur di saat yang sama.Mungkin sebagian orang menganggap hal ini konyol, tapi coba tanya diri sendiri: memang enak kalau kamu punya pacar yang hampir setiap malam begadang? Sebaliknya, apa kamu bisa tetap semangat bertemu pasangan waktu siang atau sore setelah tenagamu habis digempur angin malam kemarin? Menyesuaikan ritme biologismu dengan pasangan bisa jadi kunci untuk hubungan yang lebih harmonis, lho.Rasakan juga betapa nikmatnya tertidur setelah teleponan mengucapkan selamat malam dengan pacarmu. Terlentang di kasur sambil selimutan dan menceritakan apa yang terjadi hari ini serta rencana-rencanamu buat besok pada kekasih hatimu itu kemewahan, lho. Capek-capek di sekujur badanmu jadi terasa bukan masalah besar, dan kamu jadi lebih bisa tidur nyenyak.

2. Mengerjakan “Apa Aja” Sama-Sama

Masing-masing orang punya kegemaran atau hobinya sendiri. Kamu suka menggambar sedangkan pacarmu hobinya baca komik atau main game. Pacarmu mungkin akan bosan kalau harus ikut-ikutan menggambar dan kamu pun dijamin sewot kalau dipaksa ikutan main game. Yup, kalian memang punya kesenangan masing-masing yang nggak harus berubah atau diubah setelah kesepakatan bertajuk pacaran.Tapi, coba deh mengerjakan hobi yang berbeda itu secara bersama-sama. Kamu sedang menggambar dan pacarmu sedang duduk di sampingmu sambil ketawa-ketiwi baca komik. Lalu, ada saatnya kalian sama-sama berhenti dari keasyikan masing-masing buat sekedar saling pandang dan tersenyum. Bukan soal kegiatannya, melainkan kebersamaannya.

3. Jalan Sambil Gandengan Tangan

Sebagian orang mungkin menganggap kalau gandengan tangan di tempat umum itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi, berjalan sambil menggandeng tangan pacarmu itu ibarat kekuatan. Sedikit menambah kepercayaan diri dan tentu saja memberikan rasa ‘aman’. Apakah ‘aman’ dari gangguan orang jahat atau ‘aman’ karena ada yang mendampingimu, tergantung bagaimana kamu mengartikannya.Yang pasti, ada sebuah kebahagiaan tersendiri ketika bisa melangkah bersama pasanganmu. Toh, nggak selamanya kamu bisa menolak ini karena gengsi. Sekalipun kamu biasa bersikap cool, menggandeng tangan, merangkulkan tangan di pundak atau pinggul, atau mengelus rambut pacar bisa membantu kelanggengan hubungan. Hmm…kebiasaan semacam ini memang cenderung alamiah deh… 

4. Mudah Memaafkan Dan Saling Percaya

Bohong kalau dalam hubungan pacaran bisa adem-adem terus. Bahkan, hubungan pacaran justru rentan dengan pertengkaran yang asalnya dari hal-hal sepele. Bukan masalah berantemnya yang harus jadi fokusmu. Melainkan bagaimana kamu dan pasanganmu bisa saling memaafkan setelah keributan yang paling mengerikan sekalipun.Yang pasti, modal utama dalam sebuah hubungan adalah rasa percaya. Kepercayaan itulah yang akan meminimalisir kesalahpahaman antara kalian. Percaya deh kalau kalian sama-sama punya komitmen sehingga nggak perlu ada rasa curiga. Kalaupun sampai terjadi pertengkaran, buatlah dirimu mudah memaafkan. Toh kalian sebenarnya sama-sama saling menyayangi.

5. Jangan Suka Cari-Cari Kesalahan

Yang sebenarnya jadi racun dalam sebuah hubungan adalah ketika kamu atau pacarmu suka mencari-cari kesalahan. Pikir deh kenapa sih harus berantem? Perselisihan itu datang ketika kamu dan pasanganmu lebih fokus sama hal-hal negatif daripada yang positif.Misal nih, pacarmu dapat tugas dinas kerja keluar negeri selama 2 minggu. Kenapa kamu sibuk mikirin kemungkinan bahwa dia bisa selingkuh atau main gila di sana? Bukankah seharusnya kamu bangga karena pacarmu berprestasi? Contoh lain adalah ketika pacarmu nggak sengaja menjatuhkan gelas kopinya. Kira-kira kamu pilih ngomel-ngomel mengkritisi kecerobohannya atau justru ambil kain pel dan membersihkan pecahan gelasnya? 

6. Berpelukan…

Hmm…yang ini silakan dilakukan buat kamu yang setuju aja. Buat yang anti-pacaran atau menganggap pelukan itu dosa, ya jangan dilakuin. Hehehehe.Bayangin aja ketika sepulang kuliah atau kerja kamu bisa memeluk pacarmu. Mungkin kamu akan melupakan betapa menyebalkannya jalanan macet, tugas kuliah, dan bosmu yang galak. Stres dan penat akan berganti dengan rasa hangat dan nyaman.

7. “Melisankan” Perasaan Menyenangkan

Apa sih susahnya kirim satu SMS tiap pagi? Cara yang satu ini emang sederhana dan gampang banget. Mengirim kalimat-kalimat manis seperti ‘aku cinta kamu’ atau ‘semoga harimu menyenangkan’ ternyata bisa berdampak positif buat pasanganmu lho. Lisankanlah apa yang memang sedang kamu rasakan.Pasalnya, kalimat-kalimat manis ini bisa membuat seseorang lebih bahagia dan lebih positif. Kamu butuh suntikan semangat buat menghadapi pekerjaan atau tugas-tuigas yang berat. Sebuah pesan singkat bisa membuatmu senyum-senyum sendiri sekalipun kamu lagi terjebak di ruang rapat bersama bos yang lagi marah-marah.

8. Ucapkan ‘Selamat Tidur’ Atau ‘Semoga Mimpi Indah’

Sama halnya ketika akan memulai hari, kamu juga butuh sesuatu yang manis buat mengakhiri harimu. Pesan singkat berisi ‘selamat malam’, ‘semoga mimpi indah’, atau ‘semoga tidur nyenyak’ dijamin bikin kamu atau pasanganmu lebih bahagia.

 9. Jangan Pelit Untuk Teleponan Bukannya mau buang-buang pulsa. Tapi, rajin teleponan sama pacar itu menunjukan kalau kalian saling peduli. Itu tanda bahwa kamu dan pacarmu juga saling kepikiran.Nggak harus teleponan tiap jam juga kok. Tapi, ada saat-saat tertentu dimana kalian bisa mendengar suara pasanganmu. Misal, saat pagi sebelum beraktivitas, pas jam makan siang, sepulang kerja, atau malam hari sebelum tidur. Yang pasti, komunikasi emang penting banget dalam sebuah hubungan.

10. Jangan Pernah Menggampangkan Pasangan

Yang paling sederhana sekaligus paling penting dari semua tips di sini adalah bagaimana kamu bisa menghargai pasanganmu. Bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi juga bisa menyayangimu. Di luar sana banyak lho orang-orang yang sayangnya bertepuk sebelah tangan.Selain itu, bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi selalu ada untuk mendukung dan menghiburmu, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Hargai pasanganmu dengan sepenuhnya dirimu dan tersenyumlah karena dia masih ada di sampingmu sampai saat ini.Nah, apakah 10 hal di atas udah jadi kebiasaan kamu dan pasanganmu? Kalau udah, mungkin kalian emang termasuk pasangan-pasangan yang berbahagia. Kalau ternyata belum, boleh deh mulai mempraktikkan hal-hal di atas dalam keseharianmu bersama pasangamu.source:https://www.hipwee.com/hubungan/pasangan-yang-beneran-bahagia-pasti-melakukan-kebiasaan-ini/ 

BEKERJA ATAU TIDAK



Tepatnya beberapa waktu lalu aku pernah membahas topic pembicaraan yang sebenarnya menurutku banyak yang berkata “Ini Pro dan Kontra Sa”..
Aku sih bilang “Ya, justru itu aku mau bahas ke kamu” serentak bikin mereka kaget..


Alasan Wanita Harus Punya Penghasilan Sendiri Setelah Menikah

Setelah menikah, kehidupanmu tak lagi sama. Ada prioritas baru yang harus diutamakan, yaitu keluarga. Apalagi jika kamu dan pasangan sudah memiliki momongan. Kamu harus mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk anak tercinta.
Ibu rumah tangga dan ibu bekerja tentu memiliki peran yang sama-sama mulia. Meski demikian, ada kebanggaan tersendiri yang akan dirasakan ketika wanita tetap bekerja dan punya penghasilan sendiri setelah menikah. Apa saja kira-kira?

1. Bisa membantu perekonomian keluarga, kebutuhan rumah tangga bisa disangga berdua

Memang sebagai kepala keluarga, suami memiliki tanggungjawab untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak dan istri. Namun, di zaman yang sudah modern ini, posisi wanita dan pria sudah setara. Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga.
Mencari nafkah bukan hanya kewajiban tunggal seorang suami. Istri dan suami adalah sebuah tim solid yang harus bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

2. Tetap berusaha mandiri, jika terjadi hal yang gak diinginkan maka kamu sudah punya simpanan

Tidak ada yang tahu akan seperti apa keadaan rumah tanggamu nanti, punya penghasilan sendiri bisa membuatmu mandiri dalam hal ekonomi. Mungkin saat ini suami bisa menjadi tulang punggung tunggal. Namun, jika sang istri bekerja kondisi ekonomi keluarga bakal tetap aman ketika sang suami mendadak sakit dan tak bisa bekerja.

3. Bangga, karena bisa membeli barang apapun yang kamu mau tanpa harus selalu minta ke suami

Ada kebanggaan tersendiri yang akan dirasakan ketika kamu bekerja dan memiliki gaji. Ketika ingin membeli barang yang diinginkan dan dibutuhkan, kamu bebas langsung membelinya. Tak perlu ada rasa takut atau sungkan jika akan menganggu cash flow keuangan rumah tangga, karena kamu menggunakan uang dari hasil keringat sendiri.

4. Punya penghasilan sendiri sukses mendongkrak rasa percaya diri, kamu percaya kepada kemampuan dirimu sendiri

Jelas rasa percaya diri bakal makin naik. Bekerja dan memiliki penghasilan sendiri membuatmu bangga terhadap diri sendiri karena bisa menjalankan dua tanggung jawab sekaligus. Kamu pun percaya kepada kekuatan diri dan gak bergantung kepada orang lain.

5. Tidak merasa bosan, kamu juga jadi tetap punya relasi di dunia kerja

Bekerja membuatmu terus produktif. Selain ada kepuasan tersendiri dan bisa menikmati uang gaji, kamu juga bisa tetap mempertahankan relasi. Kamu gak merasakan kesepian karena selalu di rumah tiap waktu. Ada teman-teman yang bisa diajak untuk bertukar pikiran dan memenuhi kebutuhanmu sebagai mahkluk sosial.
Banyak manfaat yang akan kamu dapatkan ketika bekerja dan punya penghasilan sendiri setelah menikah nanti. Namun, sekali lagi, ibu bekerja dan ibu rumah tangga punya peran yang sama-sama mulia.
Nah Itu tadi teman-teman yang menurut aku ini bagian dari perubahan zaman yang semakin lama semakin mempengaruhi kehidupan orang-orang terutama pihak perempuan. Sebenarnya ada yang masih menganggap ini merupaka sesuatu yang keliru dan salah karna perempuan meskinya di dapur dan tidak boleh bekerja. Tergantung juga sih, ada dari sekian orang merasa bahwa penting baginya untuk menjalankan tugas dan perannya sebagai seorang isteri yang baik. Bukan harus dia kerja. Melainkan bagaimana situasi dan kondisi juga. Tidak semua hal secara keras dikatakan Tidak Boleh, but sebaliknya tidak segala hal dikatakan Ya Wajib, melainkan hanyalah soal situasi dan kesepakatan bersama dalam keluarga tersebut. Jika bukan terbaik untuk dilakukan kenapa harus dipaksakan, and jika harus dilakukan kenapa Tidak.
Banyak wanita yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan berfokus pada keluarga. Hal itu tentu tidak salah karena keluarga harus diprioritaskan. Namun, kamu juga tetap dibenarkan jika ingin bekerja setelah menikah. Kamu berhak kok untuk terus berkarya, jika kamu mampu membagi waktu, kenapa tidak?
Lagipula ada wanita yang justru merasa lebih hidup karena bisa terus bekerja meski sudah berumah tangga. Namun memang ada juga yang pilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk mengurus anak dan keluarga. Keduanya tidak ada yang salah, jadi hargai pilihan yang diambil setiap orang. Cuman dari sekian teman-temanku yang angkat bicara bahwa mereka setuju BEKERJA SETELAH MENIKAH dibandingkan TIDAK BEKERJA. 

Senin, 24 Juni 2019

My Daddy

~My Daddy~
Gambar mungkin berisi: 9 orang, termasuk Lesa L, orang tersenyum, orang berdiri

Share tentang beliau itu tdk bisa habis habisnya. Terutama buat Bapak. Pribadi bapak saya merupakan sesuatu yg kadang berkesan dihati. Ingat dari waktu masa masuk SD, lulus SMP dan SMA beliau mau dengarkan apa yg diinginkan oleh saya dan beliau akn berusaha mewujudkannya.
Wktu Lulus SMP dulu, beliau bertanya "Mau Masuk SMA apa SMK nak ?" "Masuk SMA" jawab saya.
Kebetulan waktu itu jarak dari rumah ke tempat sekolah SMA itu lebih jauh dibandingkan dgn SMK.
Karna jarak tsb beliau ingatkan utk masuk ke SMK, namun karna beliau tdk mau memaksakan saya. Beliau ijinkan dan saya pun masuk ke SMA, beliau selalu mengurus apa pun yg berkaitan dgn pihak sekolah sampai saya lulus.
Sama halnya masuk ke perguruan tinggi. Beliau sdh ingatkan saya persiapan ujian UN, saya melihat beliau repot kesana kemari utk antarkan saya ke toko buku agar saya bisa masuk ke perguruan tinggi jauh-jauh hari.
Tidak akan lupa, awal pendaftaran registrasi sampai ospek yg menemani dan mengantarkan saya ialah beliau.
Sampai lulus S1 beliau adalah orang yg sangat membuat saya menjadi perempuan yg sungguh bangga memiliki Ayah yg hebat spt beliau.
Bersyukur sekali mendapatkan modal utk melihat  gambaran dan teladan dari Ayah yg hebat ini. Meski kami sering sekali banyak perbedaan dari sudut pandang dan tidak jarang berbeda pendapat. Namun hal itu justru membuat saya semakin mengerti bahwa perbedaan itulah yg membuat kami semakin dekat.
Sampai sekarang pun, kata2 yg melekat ialah "makan, jgn pulang malam, angkat telpon sekarang, dimana, jaga diri, hati2 dijalan".
Saya terlalu percaya kata2 ini benar berkuasa utk mendisiplinkan karakter saya.
Pesan : Banggalah karna dicintai oleh Orang tua. Hal yg paling penting bagi anak ialah Menjaga kepercayaan saat ada nasihat dan teguran. Dad
Happy always. Keep strong.
and, I miss my father very much now ..I know I made a lot of mistakes with him ...
I apologize, father, because I am often naughty and rebels to you.
I hope we can get closer and love each other.
God knows what I feel ... and I believe Your Love for me is much bigger than I imagined.
I never forget you father in my prayer every day.
Yesss Ayah..."Betapa pun banyaknya perbedaan yang kita miliki, aku sangat ingin belajar darimu...aku sangaat perlu ilmu dan pengalamanmu dalam memahami nilai hidup ini..."
Itulah yang sering kukatakan pada diriku.

Nah..omong2 soal itu tadi aku mau bahas soal yang ada di muat pada laman artikel http://www.tribunnews.com/lifestyle/2015/01/04/survei-membuktikan-anak-dekat-ayah-lebih-cerdas-pintar-bergaul-masa-depan-cerah
Dengan judul Survei Membuktikan: Anak Dekat Ayah Lebih Cerdas, Pintar Bergaul, Masa Depan Cerah

Selama empat dekade penelitian dan ratusan penelitian telah membuktikan, ayah yang ikut membantu ibu mengasuh, menjaga, dan membesarkan anak memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi sekolah anak.
Selain itu, kehadiran ayah juga menentukan perkembangan pribadi serta karakter anak dalam lingkungan sosial.
Sebuah tinjauan studi yang dilakukan oleh Father Involvement Research Alliace menunjukkan bahwa bayi yang dekat dengan ayah cenderung memiliki emosi yang stabil. Saat dewasa dia lebih percaya diri, dan bersemangat dalam mengeksplorasi potensi diri untuk merealisasikan ide serta impian.Kemudian, dalam lingkungan pergaulan, anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih mudah bersosialisasi.Mereka juga memiliki banyak teman karena dianggap menyenangkan.
dalam penjelasannya juga disebutkan bahwa Lalu, fakta lain yang perlu dipertimbangkan oleh para ayah agar lebih dekat dengan sang buah hati adalah anak berusia tiga tahun yang memiliki huhungan baik serta hangat dengan ayah memiliki kemampuan memecahkan masalah dan IQ lebih tinggi dari teman seusianya.

Buy the way, aku juga mau bahas mengenai betapa pentingnya anak dekat dengan ayahnya terutama anak perempuan khususnya.. Nih menurut Kompas.com.
KOMPAS.com:Pengaruh ayah bukan hanya penting bagi anak laki-lakinya, tapi juga putri kecilnya. Bagi anak perempuan, ayah adalah figur pria pertama yang dikenalnya. Hubungan yang positif antara ayah dan anak perempuannya berpengaruh besar dalam jangka panjang, bahkan menentukan apakah ia akan tumbuh menjadi wanita yang kuat dan percaya diri. Pengaruh seorang ayah pada anak perempuannya akan membentuk kepercayaan diri, citra diri, dan memengaruhi pilihannya pada pria. "Seorang ayah akan menjadi contoh bagi anak perempuannya untuk membangun hidupnya sendiri, bahkan jika ia memiliki pandangan berbeda tentang dunia," kata profesor psikologi Michael Austin. Ia mengatakan, yang paling penting adalah seorang ayah memiliki sikap integritas, jujur, dan menjadi contoh positif bagaimana bersikap sehari-hari. Di era modern ini, seorang ayah dan ibu memiliki peran seimbang dalam pengasuhan anak. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para ayah untuk membangun ikatan supaya selalu dekat dengan anaknya sejak dini. "Ayah perlu meluangkan waktu dengan bayi perempuannya, memenuhi kebutuhan fisiknya seperti mengganti popok atau menyuapi, dan juga mendukung ibunya," ujar Austin. Semakin besar, ayah bisa bermain berdua, membacakan cerita dan dongeng, atau aktivitas fisik lainnya. Di usia remaja, tantangan baru dalam hubungan tersebut akan dirasakan ayah karena anak perempuannya mungkin lebih emosional dan sulit diatur akibat pengaruh hormonal.

 "Seorang ayah harus fokus dalam membangun kepercayaan sehingga anak perempuannya merasa nyaman untuk bercerita tentang apa yang ia alami dan rasakan," katanya. Ini berarti saat anak bercerita, ayah harus bisa menahan diri untuk tidak berkomentar pedas atau justru memarahi anak. Tunggu penjelasan anak dengan baik dan beri masukan yang membangun sesuai nilai yang dipegang dalam keluarga. Autsin mengatakan, figur ayah akan memengaruhi tipe laki-laki yang akan anak pilih untuk dipacari bahkan dinikahi. "Itu sebabnya ayah harus memperlakukan anak perempuannya dengan respek dan cinta. Bukan hanya itu, ayah juga menunjukkan rasa hormat pada ibu si anak," ujarnya.

Nah,,Secara pribadi aku sih setuju dengan artikel yang ditulis menurut laman di atas karena pada dasarnya akupun merasakan kebenaranm yang nyata mengenai hal ini. Seorang yang sangat berpengaruh dalam membantu karakter anak ialah Ayahnya sendiri baik itu pengaruh yang positif atau pun sebaliknya malah berpengaruh negatif.
Sebagian besar anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan menghindari seks berisiko atau mempertahankan hubungan yang sehat di usia remaja. Hingga saatnya bekerja, anak memiliki pendirian yang kuat untuk bertahan pada pekerjaan yang berpenghasilan tinggi. Anak-anak juga akan lebih mandiri, sehingga jauh dari kemungkinan tunawisma.

Selain itu, buku yang berjudul Peran Ayah dalam Perkembangan Anak menjelaskan jika edekatan yang positif antara anak dan ayah akan bermanfaat baik bagi anak, meliputi sisi emosional, sosial, dan perilaku. Ini khususnya terjadi jika proses pendekatan dilakukan oleh ayah sejak anak usia dini
Sebuah studi yang dilakukan pada 1991 juga menemukan fakta menarik. Di usia 1 tahun, anak akan cenderung memiliki skor kognitif yang tinggi, khususnya bila ayah terlibat aktif dalam perkembangan anak sejak usianya 1 bulan. Di samping itu, manfaat yang sama akan dirasakan oleh anak yang lahir prematur.

Favorit

Apa itu AKTA NOTARIS ???

ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS...    ...