Mengenai Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Rabu, 26 Juni 2019

NOTARIS

PROSEDUR DAN SYARAT PEMBUATAN AKTA JUAL BELI (AJB) TANAH DAN BANGUNAN

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam transaksi tanah:
- Pemeriksaan Sertifikat Tanah
 - Persetujuan Suami/Istri
- Komponen Biaya Dalam AJB
 - Penandatanganan AJB
 - Balik Nama Sertifikat
- Dokumen Yang Perlu Disiapkan
AJB merupakan dokumen yang membuktikan adanya pengalihan hak atas tanah dari pemilik sebagai Penjual kepada Pembeli sebagai pemilik baru. Pada  prinsipnya dalam Jual Beli Tanah pada prinsipnya sifatnya harus TERANG DAN TUNAI yang harus dilakukan dihadapan PPAT dan harganya sudah dibayar LUnas saat transaksi. Jika belum Lunas maka pembuatan AJB tidak bisa dilaksanakan.
Sebelum membeli atau menjual tanah bersertifikat adalah wajib dengan mendatangi PPAT. Secara Umum peralihan hak atas tanah bersertifikat wajib dilakukan di hadapan PPAT dan tidak dapat dilakukan secara dibawah tangan. Sebelum transaksi dilakukan PPAT akan memberikan penjelsan syarat syarat yang diberikan baik oleh penjual dan pembeli.
Berikut hal-hal yang dipersiapkan sebelum melakukan AJB :
1.       PEMERIKSAAN SERTIFIKAT HAT ATAS TANAH DAN PBB
Melakukan sertfikat, PPAT akan meminta asli sertifikat tanah dan surat tanda terima setoran dari penjual. Pemeriksaan sertifikat dilakukan untuk memastikan kecocokan antara isi sertitikat dengan kantor pertanahan. Dan memastikan tanah tersebut dalam sengketa hukum, tidak sedang dalam jaminan dan tidak sedang berada dalam penyitaan oleh yang berwenang serta pemeriksaan STTS PBB dilakukan PPAT untuk bisa memastikan sertifi8kat tanah itu tidak tertunggak dalam pembayaran PBB.

2.       Persetujuan Suami/Isteri
Penjual harus disetujui oleh Suami/Isteri. Persetujuan dilakukan secara langsung. Biasanya dilakukan dengan datang langsung di dalam AJB nya dengan sama sama tanda tangan di dalam AJB tersebut. Atau Biasanya juga dilakukan dengan Surat persetujuan khusus yang isinya memberikan persetujuan atas penjualan tanah tersebut. Jika salah satu pihak meninggal maka harus dilengkapi dan dibuktikan dengan SURAT KETERANGAN KEMATIAN DARI KANTOR KELURAHAN.

3.       Komponen Biaya dalam AJB

Selain harga jual beli tanahnya yang dikeluarkan ialah.
Komponen yang harus dikeluarkan baik oleh Penjual dan Pembeli ialah berupa biaya Pajak PENJUAL dan Pajak Pembeli.
Pajak penjual bisa disebut sebagai Pajak PENGHASILAN atau PPh karna Penjual disini memperoleh penghasilan akibat dari pembayaran harga tanahnya.
Sedangkan,
Pajak Pembeli bisa disebut sebagai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB karna pembeli memperoleh hak kebendaan yaitu berupa tanah tersebut.
Berapa besar biaya pajak-pajak tersebut ?? bagaimana cara menghitungnya ??

4.       Biaya Jasa PPAT – Relatif tergantung dari PPAT
Umumnya ditanggung bersama oleh penjual dan pembeli.
5.       Tandatangan AJB
Setelah penjual dan pembeli sudah menyerahkan berkas-berkas maka penjual dan pembeli menghadap PPAT untuk menandatangani dihadapan PPAT dan wajib disaksikan 2 orang saksi yang turut tandatangan ajb dari PPAT.

6.       BALIK NAMA SERTIFIKAT TANAH
Setelah ditanda tangan AJB selesai maka proses berikutnya adalah melakukan balik nama sertifikat tanah. Proses balik nama bisa dilakukan dikantor pertanahan. Bisa dilakukan sendiri atau bisa juga dilakukan oleh PPAT yang membuat AJBnya. Umunya AJB dilakukan satu paket oleh PPAT.


7.       Dokumen Yang Perlu disiapkan
Dokumen Penjual :
1.       FC KTP Penjual serta Suami/Isterinya
2.       FC KK
3.       FC AKTA NIKAH
4.       ASLI SERTIFIKAT TANAH
5.       ASLI  STTS PAJAK PBB
6.       SURAT PERSETUJUAN SUAMI/ISTERI (persetujuan bisa dlm AJB)
7.       ASLI SURAT KEMATIAN (jika meninggal)
8.       PENETAPAN PEMBAGIAN HARTA BERSAMA (jika sudah cerai)
DOKUMEN PEMBELI :
1.       FC KTP
2.       FC KK
3.       FC AKTA NIKAH
4.       FC NPWP


CIRI CIRI PASANGAN YG BENER

Pasangan Yang Beneran Bahagia Pasti Melakukan Kebiasaan Ini

Hubungan pacaran akan berjalan dengan baik jika kamu sudah menemukan pasangan yang tepat. Tapi buat bisa terus jadi pasangan yang bahagia, kamu dan pacarmu harus sama-sama menghidupi hubungan kalian dengan kasih sayang dan perhatian.Nggak ada resep-resep rahasia supaya hubungan cintamu bisa langgeng dan bahagia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa kamu dan pacarmu lakukan supaya hubungan kalian minim salah paham dan perselisihan. Coba deh lakukan kebiasaan-kebiasaan ini dan lihat bagaimana bahagianya hubunganmu.

1.        Menyesuaikan Waktu Tidurmu dan Pasangan
Kalau kamu belum menikah, tentu wajar kalau kamu dan pasangan akan menutup hari di tempat yang berbeda. Tapi, kamu dan dia bisa mengatur supaya kalian bisa tidur di saat yang sama.Mungkin sebagian orang menganggap hal ini konyol, tapi coba tanya diri sendiri: memang enak kalau kamu punya pacar yang hampir setiap malam begadang? Sebaliknya, apa kamu bisa tetap semangat bertemu pasangan waktu siang atau sore setelah tenagamu habis digempur angin malam kemarin? Menyesuaikan ritme biologismu dengan pasangan bisa jadi kunci untuk hubungan yang lebih harmonis, lho.Rasakan juga betapa nikmatnya tertidur setelah teleponan mengucapkan selamat malam dengan pacarmu. Terlentang di kasur sambil selimutan dan menceritakan apa yang terjadi hari ini serta rencana-rencanamu buat besok pada kekasih hatimu itu kemewahan, lho. Capek-capek di sekujur badanmu jadi terasa bukan masalah besar, dan kamu jadi lebih bisa tidur nyenyak.

2. Mengerjakan “Apa Aja” Sama-Sama

Masing-masing orang punya kegemaran atau hobinya sendiri. Kamu suka menggambar sedangkan pacarmu hobinya baca komik atau main game. Pacarmu mungkin akan bosan kalau harus ikut-ikutan menggambar dan kamu pun dijamin sewot kalau dipaksa ikutan main game. Yup, kalian memang punya kesenangan masing-masing yang nggak harus berubah atau diubah setelah kesepakatan bertajuk pacaran.Tapi, coba deh mengerjakan hobi yang berbeda itu secara bersama-sama. Kamu sedang menggambar dan pacarmu sedang duduk di sampingmu sambil ketawa-ketiwi baca komik. Lalu, ada saatnya kalian sama-sama berhenti dari keasyikan masing-masing buat sekedar saling pandang dan tersenyum. Bukan soal kegiatannya, melainkan kebersamaannya.

3. Jalan Sambil Gandengan Tangan

Sebagian orang mungkin menganggap kalau gandengan tangan di tempat umum itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi, berjalan sambil menggandeng tangan pacarmu itu ibarat kekuatan. Sedikit menambah kepercayaan diri dan tentu saja memberikan rasa ‘aman’. Apakah ‘aman’ dari gangguan orang jahat atau ‘aman’ karena ada yang mendampingimu, tergantung bagaimana kamu mengartikannya.Yang pasti, ada sebuah kebahagiaan tersendiri ketika bisa melangkah bersama pasanganmu. Toh, nggak selamanya kamu bisa menolak ini karena gengsi. Sekalipun kamu biasa bersikap cool, menggandeng tangan, merangkulkan tangan di pundak atau pinggul, atau mengelus rambut pacar bisa membantu kelanggengan hubungan. Hmm…kebiasaan semacam ini memang cenderung alamiah deh… 

4. Mudah Memaafkan Dan Saling Percaya

Bohong kalau dalam hubungan pacaran bisa adem-adem terus. Bahkan, hubungan pacaran justru rentan dengan pertengkaran yang asalnya dari hal-hal sepele. Bukan masalah berantemnya yang harus jadi fokusmu. Melainkan bagaimana kamu dan pasanganmu bisa saling memaafkan setelah keributan yang paling mengerikan sekalipun.Yang pasti, modal utama dalam sebuah hubungan adalah rasa percaya. Kepercayaan itulah yang akan meminimalisir kesalahpahaman antara kalian. Percaya deh kalau kalian sama-sama punya komitmen sehingga nggak perlu ada rasa curiga. Kalaupun sampai terjadi pertengkaran, buatlah dirimu mudah memaafkan. Toh kalian sebenarnya sama-sama saling menyayangi.

5. Jangan Suka Cari-Cari Kesalahan

Yang sebenarnya jadi racun dalam sebuah hubungan adalah ketika kamu atau pacarmu suka mencari-cari kesalahan. Pikir deh kenapa sih harus berantem? Perselisihan itu datang ketika kamu dan pasanganmu lebih fokus sama hal-hal negatif daripada yang positif.Misal nih, pacarmu dapat tugas dinas kerja keluar negeri selama 2 minggu. Kenapa kamu sibuk mikirin kemungkinan bahwa dia bisa selingkuh atau main gila di sana? Bukankah seharusnya kamu bangga karena pacarmu berprestasi? Contoh lain adalah ketika pacarmu nggak sengaja menjatuhkan gelas kopinya. Kira-kira kamu pilih ngomel-ngomel mengkritisi kecerobohannya atau justru ambil kain pel dan membersihkan pecahan gelasnya? 

6. Berpelukan…

Hmm…yang ini silakan dilakukan buat kamu yang setuju aja. Buat yang anti-pacaran atau menganggap pelukan itu dosa, ya jangan dilakuin. Hehehehe.Bayangin aja ketika sepulang kuliah atau kerja kamu bisa memeluk pacarmu. Mungkin kamu akan melupakan betapa menyebalkannya jalanan macet, tugas kuliah, dan bosmu yang galak. Stres dan penat akan berganti dengan rasa hangat dan nyaman.

7. “Melisankan” Perasaan Menyenangkan

Apa sih susahnya kirim satu SMS tiap pagi? Cara yang satu ini emang sederhana dan gampang banget. Mengirim kalimat-kalimat manis seperti ‘aku cinta kamu’ atau ‘semoga harimu menyenangkan’ ternyata bisa berdampak positif buat pasanganmu lho. Lisankanlah apa yang memang sedang kamu rasakan.Pasalnya, kalimat-kalimat manis ini bisa membuat seseorang lebih bahagia dan lebih positif. Kamu butuh suntikan semangat buat menghadapi pekerjaan atau tugas-tuigas yang berat. Sebuah pesan singkat bisa membuatmu senyum-senyum sendiri sekalipun kamu lagi terjebak di ruang rapat bersama bos yang lagi marah-marah.

8. Ucapkan ‘Selamat Tidur’ Atau ‘Semoga Mimpi Indah’

Sama halnya ketika akan memulai hari, kamu juga butuh sesuatu yang manis buat mengakhiri harimu. Pesan singkat berisi ‘selamat malam’, ‘semoga mimpi indah’, atau ‘semoga tidur nyenyak’ dijamin bikin kamu atau pasanganmu lebih bahagia.

 9. Jangan Pelit Untuk Teleponan Bukannya mau buang-buang pulsa. Tapi, rajin teleponan sama pacar itu menunjukan kalau kalian saling peduli. Itu tanda bahwa kamu dan pacarmu juga saling kepikiran.Nggak harus teleponan tiap jam juga kok. Tapi, ada saat-saat tertentu dimana kalian bisa mendengar suara pasanganmu. Misal, saat pagi sebelum beraktivitas, pas jam makan siang, sepulang kerja, atau malam hari sebelum tidur. Yang pasti, komunikasi emang penting banget dalam sebuah hubungan.

10. Jangan Pernah Menggampangkan Pasangan

Yang paling sederhana sekaligus paling penting dari semua tips di sini adalah bagaimana kamu bisa menghargai pasanganmu. Bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi juga bisa menyayangimu. Di luar sana banyak lho orang-orang yang sayangnya bertepuk sebelah tangan.Selain itu, bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi selalu ada untuk mendukung dan menghiburmu, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Hargai pasanganmu dengan sepenuhnya dirimu dan tersenyumlah karena dia masih ada di sampingmu sampai saat ini.Nah, apakah 10 hal di atas udah jadi kebiasaan kamu dan pasanganmu? Kalau udah, mungkin kalian emang termasuk pasangan-pasangan yang berbahagia. Kalau ternyata belum, boleh deh mulai mempraktikkan hal-hal di atas dalam keseharianmu bersama pasangamu.source:https://www.hipwee.com/hubungan/pasangan-yang-beneran-bahagia-pasti-melakukan-kebiasaan-ini/ 

BEKERJA ATAU TIDAK



Tepatnya beberapa waktu lalu aku pernah membahas topic pembicaraan yang sebenarnya menurutku banyak yang berkata “Ini Pro dan Kontra Sa”..
Aku sih bilang “Ya, justru itu aku mau bahas ke kamu” serentak bikin mereka kaget..


Alasan Wanita Harus Punya Penghasilan Sendiri Setelah Menikah

Setelah menikah, kehidupanmu tak lagi sama. Ada prioritas baru yang harus diutamakan, yaitu keluarga. Apalagi jika kamu dan pasangan sudah memiliki momongan. Kamu harus mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk anak tercinta.
Ibu rumah tangga dan ibu bekerja tentu memiliki peran yang sama-sama mulia. Meski demikian, ada kebanggaan tersendiri yang akan dirasakan ketika wanita tetap bekerja dan punya penghasilan sendiri setelah menikah. Apa saja kira-kira?

1. Bisa membantu perekonomian keluarga, kebutuhan rumah tangga bisa disangga berdua

Memang sebagai kepala keluarga, suami memiliki tanggungjawab untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak dan istri. Namun, di zaman yang sudah modern ini, posisi wanita dan pria sudah setara. Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga.
Mencari nafkah bukan hanya kewajiban tunggal seorang suami. Istri dan suami adalah sebuah tim solid yang harus bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

2. Tetap berusaha mandiri, jika terjadi hal yang gak diinginkan maka kamu sudah punya simpanan

Tidak ada yang tahu akan seperti apa keadaan rumah tanggamu nanti, punya penghasilan sendiri bisa membuatmu mandiri dalam hal ekonomi. Mungkin saat ini suami bisa menjadi tulang punggung tunggal. Namun, jika sang istri bekerja kondisi ekonomi keluarga bakal tetap aman ketika sang suami mendadak sakit dan tak bisa bekerja.

3. Bangga, karena bisa membeli barang apapun yang kamu mau tanpa harus selalu minta ke suami

Ada kebanggaan tersendiri yang akan dirasakan ketika kamu bekerja dan memiliki gaji. Ketika ingin membeli barang yang diinginkan dan dibutuhkan, kamu bebas langsung membelinya. Tak perlu ada rasa takut atau sungkan jika akan menganggu cash flow keuangan rumah tangga, karena kamu menggunakan uang dari hasil keringat sendiri.

4. Punya penghasilan sendiri sukses mendongkrak rasa percaya diri, kamu percaya kepada kemampuan dirimu sendiri

Jelas rasa percaya diri bakal makin naik. Bekerja dan memiliki penghasilan sendiri membuatmu bangga terhadap diri sendiri karena bisa menjalankan dua tanggung jawab sekaligus. Kamu pun percaya kepada kekuatan diri dan gak bergantung kepada orang lain.

5. Tidak merasa bosan, kamu juga jadi tetap punya relasi di dunia kerja

Bekerja membuatmu terus produktif. Selain ada kepuasan tersendiri dan bisa menikmati uang gaji, kamu juga bisa tetap mempertahankan relasi. Kamu gak merasakan kesepian karena selalu di rumah tiap waktu. Ada teman-teman yang bisa diajak untuk bertukar pikiran dan memenuhi kebutuhanmu sebagai mahkluk sosial.
Banyak manfaat yang akan kamu dapatkan ketika bekerja dan punya penghasilan sendiri setelah menikah nanti. Namun, sekali lagi, ibu bekerja dan ibu rumah tangga punya peran yang sama-sama mulia.
Nah Itu tadi teman-teman yang menurut aku ini bagian dari perubahan zaman yang semakin lama semakin mempengaruhi kehidupan orang-orang terutama pihak perempuan. Sebenarnya ada yang masih menganggap ini merupaka sesuatu yang keliru dan salah karna perempuan meskinya di dapur dan tidak boleh bekerja. Tergantung juga sih, ada dari sekian orang merasa bahwa penting baginya untuk menjalankan tugas dan perannya sebagai seorang isteri yang baik. Bukan harus dia kerja. Melainkan bagaimana situasi dan kondisi juga. Tidak semua hal secara keras dikatakan Tidak Boleh, but sebaliknya tidak segala hal dikatakan Ya Wajib, melainkan hanyalah soal situasi dan kesepakatan bersama dalam keluarga tersebut. Jika bukan terbaik untuk dilakukan kenapa harus dipaksakan, and jika harus dilakukan kenapa Tidak.
Banyak wanita yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan berfokus pada keluarga. Hal itu tentu tidak salah karena keluarga harus diprioritaskan. Namun, kamu juga tetap dibenarkan jika ingin bekerja setelah menikah. Kamu berhak kok untuk terus berkarya, jika kamu mampu membagi waktu, kenapa tidak?
Lagipula ada wanita yang justru merasa lebih hidup karena bisa terus bekerja meski sudah berumah tangga. Namun memang ada juga yang pilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk mengurus anak dan keluarga. Keduanya tidak ada yang salah, jadi hargai pilihan yang diambil setiap orang. Cuman dari sekian teman-temanku yang angkat bicara bahwa mereka setuju BEKERJA SETELAH MENIKAH dibandingkan TIDAK BEKERJA. 

Favorit

Apa itu AKTA NOTARIS ???

ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS...    ...