Mengenai Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Senin, 24 Juni 2019

MUSIM JUNI

Pasangan Yang Beneran Bahagia Pasti Melakukan Kebiasaan Ini
Hubungan pacaran akan berjalan dengan baik jika kamu sudah menemukan pasangan yang tepat. Tapi buat bisa terus jadi pasangan yang bahagia, kamu dan pacarmu harus sama-sama menghidupi hubungan kalian dengan kasih sayang dan perhatian.
Nggak ada resep-resep rahasia supaya hubungan cintamu bisa langgeng dan bahagia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa kamu dan pacarmu lakukan supaya hubungan kalian minim salah paham dan perselisihan. Coba deh lakukan kebiasaan-kebiasaan ini dan lihat bagaimana bahagianya hubunganmu.
1.        Menyesuaikan Waktu Tidurmu dan Pasangan
Kalau kamu belum menikah, tentu wajar kalau kamu dan pasangan akan menutup hari di tempat yang berbeda. Tapi, kamu dan dia bisa mengatur supaya kalian bisa tidur di saat yang sama.
Mungkin sebagian orang menganggap hal ini konyol, tapi coba tanya diri sendiri: memang enak kalau kamu punya pacar yang hampir setiap malam begadang? Sebaliknya, apa kamu bisa tetap semangat bertemu pasangan waktu siang atau sore setelah tenagamu habis digempur angin malam kemarin? Menyesuaikan ritme biologismu dengan pasangan bisa jadi kunci untuk hubungan yang lebih harmonis, lho.
Rasakan juga betapa nikmatnya tertidur setelah teleponan mengucapkan selamat malam dengan pacarmu. Terlentang di kasur sambil selimutan dan menceritakan apa yang terjadi hari ini serta rencana-rencanamu buat besok pada kekasih hatimu itu kemewahan, lho. Capek-capek di sekujur badanmu jadi terasa bukan masalah besar, dan kamu jadi lebih bisa tidur nyenyak.
2. Mengerjakan “Apa Aja” Sama-Sama
Masing-masing orang punya kegemaran atau hobinya sendiri. Kamu suka menggambar sedangkan pacarmu hobinya baca komik atau main game. Pacarmu mungkin akan bosan kalau harus ikut-ikutan menggambar dan kamu pun dijamin sewot kalau dipaksa ikutan main game. Yup, kalian memang punya kesenangan masing-masing yang nggak harus berubah atau diubah setelah kesepakatan bertajuk pacaran.
Tapi, coba deh mengerjakan hobi yang berbeda itu secara bersama-sama. Kamu sedang menggambar dan pacarmu sedang duduk di sampingmu sambil ketawa-ketiwi baca komik. Lalu, ada saatnya kalian sama-sama berhenti dari keasyikan masing-masing buat sekedar saling pandang dan tersenyum. Bukan soal kegiatannya, melainkan kebersamaannya.
3. Jalan Sambil Gandengan Tangan
Sebagian orang mungkin menganggap kalau gandengan tangan di tempat umum itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi, berjalan sambil menggandeng tangan pacarmu itu ibarat kekuatan. Sedikit menambah kepercayaan diri dan tentu saja memberikan rasa ‘aman’. Apakah ‘aman’ dari gangguan orang jahat atau ‘aman’ karena ada yang mendampingimu, tergantung bagaimana kamu mengartikannya.
Yang pasti, ada sebuah kebahagiaan tersendiri ketika bisa melangkah bersama pasanganmu. Toh, nggak selamanya kamu bisa menolak ini karena gengsi. Sekalipun kamu biasa bersikap cool, menggandeng tangan, merangkulkan tangan di pundak atau pinggul, atau mengelus rambut pacar bisa membantu kelanggengan hubungan. Hmm…kebiasaan semacam ini memang cenderung alamiah deh…

4. Mudah Memaafkan Dan Saling Percaya
Bohong kalau dalam hubungan pacaran bisa adem-adem terus. Bahkan, hubungan pacaran justru rentan dengan pertengkaran yang asalnya dari hal-hal sepele. Bukan masalah berantemnya yang harus jadi fokusmu. Melainkan bagaimana kamu dan pasanganmu bisa saling memaafkan setelah keributan yang paling mengerikan sekalipun.
Yang pasti, modal utama dalam sebuah hubungan adalah rasa percaya. Kepercayaan itulah yang akan meminimalisir kesalahpahaman antara kalian. Percaya deh kalau kalian sama-sama punya komitmen sehingga nggak perlu ada rasa curiga. Kalaupun sampai terjadi pertengkaran, buatlah dirimu mudah memaafkan. Toh kalian sebenarnya sama-sama saling menyayangi.
5. Jangan Suka Cari-Cari Kesalahan
Yang sebenarnya jadi racun dalam sebuah hubungan adalah ketika kamu atau pacarmu suka mencari-cari kesalahan. Pikir deh kenapa sih harus berantem? Perselisihan itu datang ketika kamu dan pasanganmu lebih fokus sama hal-hal negatif daripada yang positif.
Misal nih, pacarmu dapat tugas dinas kerja keluar negeri selama 2 minggu. Kenapa kamu sibuk mikirin kemungkinan bahwa dia bisa selingkuh atau main gila di sana? Bukankah seharusnya kamu bangga karena pacarmu berprestasi? Contoh lain adalah ketika pacarmu nggak sengaja menjatuhkan gelas kopinya. Kira-kira kamu pilih ngomel-ngomel mengkritisi kecerobohannya atau justru ambil kain pel dan membersihkan pecahan gelasnya?

6. Berpelukan…
Hmm…yang ini silakan dilakukan buat kamu yang setuju aja. Buat yang anti-pacaran atau menganggap pelukan itu dosa, ya jangan dilakuin. Hehehehe.
Bayangin aja ketika sepulang kuliah atau kerja kamu bisa memeluk pacarmu. Mungkin kamu akan melupakan betapa menyebalkannya jalanan macet, tugas kuliah, dan bosmu yang galak. Stres dan penat akan berganti dengan rasa hangat dan nyaman.
7. “Melisankan” Perasaan Menyenangkan
Apa sih susahnya kirim satu SMS tiap pagi? Cara yang satu ini emang sederhana dan gampang banget. Mengirim kalimat-kalimat manis seperti ‘aku cinta kamu’ atau ‘semoga harimu menyenangkan’ ternyata bisa berdampak positif buat pasanganmu lho. Lisankanlah apa yang memang sedang kamu rasakan.
Pasalnya, kalimat-kalimat manis ini bisa membuat seseorang lebih bahagia dan lebih positif. Kamu butuh suntikan semangat buat menghadapi pekerjaan atau tugas-tuigas yang berat. Sebuah pesan singkat bisa membuatmu senyum-senyum sendiri sekalipun kamu lagi terjebak di ruang rapat bersama bos yang lagi marah-marah.
8. Ucapkan ‘Selamat Tidur’ Atau ‘Semoga Mimpi Indah’
Sama halnya ketika akan memulai hari, kamu juga butuh sesuatu yang manis buat mengakhiri harimu. Pesan singkat berisi ‘selamat malam’, ‘semoga mimpi indah’, atau ‘semoga tidur nyenyak’ dijamin bikin kamu atau pasanganmu lebih bahagia.

9. Jangan Pelit Untuk Teleponan

Bukannya mau buang-buang pulsa. Tapi, rajin teleponan sama pacar itu menunjukan kalau kalian saling peduli. Itu tanda bahwa kamu dan pacarmu juga saling kepikiran.
Nggak harus teleponan tiap jam juga kok. Tapi, ada saat-saat tertentu dimana kalian bisa mendengar suara pasanganmu. Misal, saat pagi sebelum beraktivitas, pas jam makan siang, sepulang kerja, atau malam hari sebelum tidur. Yang pasti, komunikasi emang penting banget dalam sebuah hubungan.
10. Jangan Pernah Menggampangkan Pasangan
Yang paling sederhana sekaligus paling penting dari semua tips di sini adalah bagaimana kamu bisa menghargai pasanganmu. Bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi juga bisa menyayangimu. Di luar sana banyak lho orang-orang yang sayangnya bertepuk sebelah tangan.
Selain itu, bersyukurlah karena orang yang kamu sayangi selalu ada untuk mendukung dan menghiburmu, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Hargai pasanganmu dengan sepenuhnya dirimu dan tersenyumlah karena dia masih ada di sampingmu sampai saat ini.
Nah, apakah 10 hal di atas udah jadi kebiasaan kamu dan pasanganmu? Kalau udah, mungkin kalian emang termasuk pasangan-pasangan yang berbahagia. Kalau ternyata belum, boleh deh mulai mempraktikkan hal-hal di atas dalam keseharianmu bersama pasangamu.
source:https://www.hipwee.com/hubungan/pasangan-yang-beneran-bahagia-pasti-melakukan-kebiasaan-ini/

Selasa, 24 Januari 2017

Berangkat Dari Hobby

Hampir dua mingguan sempat tidak punya waktu untuk menulis apa pun di blog.
Beberapa hari ini setelah pulkam banyak hal yg harus dilakukan dan diselesaikan. Sebenarnya menulis adalah salah satu pekerjaan yang disukai alasannya karena menurut saya menulis merupakan cara yang terbaik untuk mengekspresikan berbagai perasaan baik hal yang tak mengenakan ataupun hal yang menyenangkan. Entah lebih senang dan nyaman saja setelah memberikan ekspresi yang sudah digambarkan dan dituangkan ke dalam tulisan ini.
Mungkin hal ini terjadi juga kepada orang-orang yang suka dengan menyanyi sampai-sampai dirinya tidak bisa tidak ada nyanyian yang dinyanyikan. Atau bagi seorang pemain alat musik tertentu misalkan saja seorang drummer,  dia tidak bisa berhenti menghentakkan kaki , tangan,  dan tubuhnya secara keseluruhan ikut bergoncang untuk mengekspresikan bagaimana dirinya.
Sama seperti halnya dengan saya, mungkin sebenarnya menulis merupakan bagian dari hobby dan muncul kebiasaan.
Biasanya tulisan saya tidak segera dituangkan ke dalam blog ini.  Lebih tepatnya banyak sekali catatan di luar sini. Hari ini bisa dibilang topiknya merupakan alasan menyukai tulisan.

Saya ingat waktu kecil, setiap buku tulisan kehabisan lembaran, saat pulang sekolah saya senang sekali mengambil uang saku belanja dengan berpesan kepada teman-teman seperjuangan agar menunggu saya untuk membeli buku memo/buku catatan/buku diary sehingga tiba pulang saya tidak ketinggalan taksi kuning yang isinya anak-anak murid sekolah karna tidak banyak anak2 yang searah dengan daerah tempat kami tinggal makanya transportasi yang digunakan difungsikan dan dialihkan khusus untuk antar jemput penumpang anak-anak sekolahan.
Sudah menjadi langganan paman supir taksi tersebut akan berhenti di depan toko ATK jika diminta untuk berhenti dan menunggu. Meskipun usia masa anak-anak remaja suka kebawa perasaan tidak enak dengan teman-teman yang menunggu untuk beberapa menit, ditambah ketika pulang sekolah cenderung perut sedang lapar.
Kembali kerumah membawa buku diary atau buku memo selalu saja menulis sesuatu yang menarik untuk diangkat sebagai topik pembahasan dibuku catatan tersebut.
Namanya masa anak-anak remaja, yang sering ditulis ialah tentang isi perasaan yang dialami saat itu tanpa membedakan tulisan tersebut apakah berdampak bagi sang pembaca.  Dipikiran waktu itu asalkan curhat di diari sudah cukup. Kadang isi tersebut lebih banyak mengenai sesuatu yang tidak menyenangkan. Terlebih lagi bila dibuka cacatan masa kecil isinya tidak lain adalah perasaan seperti seorang anak kecil. Kadang membaca kembali isi catatan itu membuat geli dan tertawa saja.
Saya pikir setiap orang yang suka menulis atau mengungkapkan ekspresinya melalui tulisan merupakan tipe orang yang berawal dari sulit bicara didepan umum. Memang saya akui dulu masa tersebut adalah masa dimana saya adalah tipe orang sulit mengatakan atau mengeluarkan perasaan melalui mulut atau berbicara kepada orang lain baik untuk mengungkapankan atas kemauan atau ketidaksukaan saya. Suka menuangkan kesukaan, ketidaksukaan,  kemarahan, kesedihan dan lain sebagainya melalui tulisan atau curhatan di buku tulisan. Dan hal tersebut secara terus-menerus dilakukan sehingga menimbulkan kebiasaan sampai akhirnya bisa dibilang jika dikumpulkan maka bisa bisa menjadi buku.
Namun, seperti sekarang kendala jika tak menulis lagi itu mungkin saja karna sudah memasuki kehidupan baru dari sebelumnya dimana banyak teman-teman yang mengelilingi, banyak orang-orang disekitar menemani dan menjawab kebutuhan "ingin didengarkan".  Tidak lagi seekstrim dulu.
Bahkan, perubahan dari masa kanak-kanak ke masa remaja dan sekarang masa menjajak dewasa dari segi usia.
Memang tidak bisa dipungkiri menjadi orang yang "mendengar" memang bagus bahkan kelihatan jauh lebih cool atau terlihat lebih kuat dibandingkan dengan tipe orang yang suka "didengarkan" karna tipe ini ada orang yang cenderung fokus kepada dirinya sendiri. Setiap pikiran, perkataan dan tindakannya dituangkan kepada orang lain dimana harus ada orang yang siap mendengarkannya. Jika tidak terpenuhi kebutuhan ini maka orang tipe ini akan depresi dan bisa merusak dirinya dengan memiliki perasaan yang tidak dihargai, tidak didengarkan, tidak berharga atau tidak ada orang yang mengasihinya.

Beda halnya dengan tipe orang yang suka "mendengarkan". Dia adalah orang yang akan disukai banyak orang karna kebisaannya dalam memahami orang lain, populer karna kepiawaiannya dalam menganalisa perasaan orang yang didengarkannya bahkan orang tipe ini memiliki kemampuan untuk membaca solusi yang tepat agar disarankan kepada si pencerita. Kadang tipe orang seperti ini merasa dirinya seperti seorang konselor yang didatangi klien untuk mendengarkan keluhan-keluhannya. 
Namun, kelemahan dari tipe ini adalah dimana dia adalah orang yang sulit mengeluarkan emosinya, sulit menceritakan keluhannya, bahkan tidak mudah baginya untuk memberikan semua ceritanya kepada telinga seorang pendengar. Kadang orang tertentu yang dia percayai diceritakan itu pun memerlukan banyak pertimbangan terlebih dahulu. Tidak halnya dengan tipe "pendengar" dia tidak perlu lama-lama memikirkan pertimbangan rumit-rumit apa yang akan terjadi jika sudah cerita. Yang penting baginya mengungkapakan isi hatinya terlebih dahulu. Soal lain belakangan.

Dari tipe tersebut saya belajar bahwa memang tidak bisa dibilang ekstrim bahwa saya adalah tipe orang yang suka "mendengar". Namun secara teori saya termasuk kategori dalam klasifikasi tersebut.
Hal ini memang tidak dibisa dielak bahwa faktor seseorang memiliki pribadi yang seperti di atas ialah latar belakang keluarga, pergaulan sehari-harinya, apa saja yang dilakukannya akan membentuk kepribadiannya. Namun, tidak mustahil keperibadian tersebut bisa berubah sepanjang seseorang mau belajar untuk memahami dirinya harus dibentuk melalui proses kehidupan yang didalamnya ada pengalaman dan intropeksi diri.

Sudah menjadi kebutuhan pada setiap karakter dan tipe masing-masinh orang adalah agar "didengar" atau pun menjadi "pendengar".
Karna tidak ada yang suka posisinya hanya sebatas sebagai pendengar saja tapi juga perlu mendengar. Begitupun sebaliknya.

Terkait dengan hobby menulis saya merupakan tipe orang yang "mendengar" tapi setelah melewati beberapa pengalaman di kehidupan dan melewati masa dimana terjadi pembentukan akibat pergaulan yang sehat akhirnya menjadi tipe orang yang bisa menjadi "didengarkan" karna saya pikir memang lebih menyenangkan diposisi ini karna cenderung akan ada yang memperhatikan. Kebutuhan didengarkan lebih nyaman ketimbang menjadi pendengar. Karna seorang pendengar harus siap untuk menguatkan orang lain, memberikan saran kepada orang yang menceritakan tekanan ataupun kebahagiaannya, menghibur orang yang kesedihan. Namunn itulah artinya sebuah menerima kebutuhan dan memberikan. Disana harus ada keseimbangan antara pihak satu dengan pihak kedua. Saling mengisi satu sama lain. Jika tidak seimbang maka hubungan tersebut tidak akan menghasilkan hubungan yang sehat melainkan justru tidak akan lama.

Tetap segala sesuatu ada porsi dan batasannya. Jika dalam pembicaraan tersebut posisi kita adalah orang yang diperlukan sebagai seorang pendengar maka jadilah pendengar yang baik. Dan begitu juga sebaliknya jika dipercakapan tersebut posisi kita adalah sebagai seorang yang didengar dan lawannya sebagai pendengar. Maka ceritalah dengan bijak sesuai kapasitasnya.

Berharap melalui tulisan ini akan mendorong saya agar terbiasa dengan menulis. Sehingga pernah berfikir tidak salah juga kelak akan menerbitkan sebuah buku. Buku tentang apa saja. Heehee
Eksplore diri melalui tulisan-tulisan yang topiknya bisa diangkat tentang apa saja.
Cara berfikir saya sederhana.
Angkat saja topik tulisannya tentang apa saja, yang bisa membuat sang pembaca menjadi mengerti dan mendapatkam informasi yang baik. Soal jadi penulis buku atau apa nantinya itu soal lain, anggap bonus saja.

Bagi sang pembaca disana, saya harap kalian itu sudah merasa saya adalah seorang penulis buku. Hehehe

Jadi berangkat dari hobby menulis buku diary akhirnya berimajinasi menjadi sang penulis buku.
Intinya, Tidak ada sesuatu yang dapat membatasi mimpi kecuali imajinasi.
Mimpimu hanya sejauh imajinasi.

Rabu, 11 Januari 2017

PulKam

Cerita Pulang Kampung Hari 1-2
Tulisan pkl. 05.06 Wib

Sewaktu ditelp dengan kakak perempuan saya sekitar pukul 07.46 Wita pagi kemaren "Sa jadikah pulang  berangkat pulang?" Tanya kakak yang memang sebelumnya sudah diceritakan ke kakak kalau saya akan pulang hari itu. Mungkin kakak hanya konfirmasi rasa penasarannya saya pikir.  Diingatkan  kalau hari itu memang pulang. Dan segera secara terburu-buru menelpon travel untuk memesan tiket keberangkatan yang pada akhirnya dengan kesepatakan berangkat pukul 11.23 siang dari Banjarmasin ke Palangkaraya kemudian transit ke daerah tempat asal saya yaitu Telangkah tempat kelahiran saya. Tempat yg tidak mungkin dilupakan.
Salah satu alasan pulang kampung adalah selalu berniat menyukai pemandangan yang indah tanpa sedikitpun tertidur selama di perjalanan.
Tidak mau punya perasaan menyesal karna melewatkan banyak pemandangan yg sangat menyenangkan.
Selain itu tentunya untuk bertemu keluarga besar disana karna pada waktu akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017 telah saya tunda keberangkatan pulangnya karna masih ada yang harus diselesaikan.
Saya pikir untuk waktu yang tepat memang harus hari ini.

Sore Sekitar pukul 16.55 Wib tiba dirumah kampung halaman disambut kedua orang tua yang baru saja pulang bekerja juga. Melihat adegan Ayah dan Ibu saya pulang bersama-sama. Kemudian, Kakak beserta keluarganya menyambut dan Adik dirumah sedang memasak persiapkan semuanya.
Bertemu keluarga ada pelukan, ada senyuman, ada ucapan selamat datang, selamat tahun baru, selamat panjang umur, cipika cipiki, lanjut malamnya setelah makan malam kami sekeluarga kumpul bersama bercanda cerita bagaimana keadaannya, apa saja yang dilakukan dan lain sebagainya seperti keluarga biasa lainnya.
Kelelahan dan rasa pegal di badan selama perjalanan terasa hilang karna telah terganti dengan perasaan senang sudah bertemu keluarga.

Di rumah Ada kakak beserta suami dan anaknya yaitu ponakan Tira dan Tatan yang sibuk dengan hadiah yang saya berikan. Ada adik yang bernama Dino, dan kedua orang tua. Tidak menutup kemungkinan saya pikir malam ini akan larut malam karna pastinya seperti biasa akan banyak curhatan yang akan saya bagikan ke sosok ibu yang satu ini. Awalnya beliau meminta saya pijitkan kakinya kesempatan sambil bercerita panjang lebar dengan rela hati beliau memberikan telinga untuk mendengar semua cerita saya yang sepertinya sambil menahan kantuk.
Selalu Merasa tersentuh saja jika melihat dan akan mengingat semua situasi seperti ini. Di dalam keadaan yang tidak terlalu mewah namun secara sederhana yang indah akan selalu membuat terkesan di hati.
Dengan adanya cerita yang serius namun santai, makanan sederhana bersama, adegan tertawa, dan banyak hal lain. Kebiasaan Hari pertama ini tidak akan pernah dilupakan. Menurut saya bahagia itu adalah seperti ini.

Sekitar pukul 10.23 Wib kami pun akhirnya tidur.

Pukul 05.10 Pagi tadi dibangunkan oleh ibu untuk segera persiapkan segala sesuatunya untuk melanjutkan beberapa rencana untuk dilakukan sepanjang hari ini.

Kedua orang tua hari ini rencananya pergi ke tempat pulau kebun durian, buah-buahan dan sayur-sayuran mereka untuk melakukan beberapa hal. Kemudian lanjutkan siangnya bisnis dagang. Sepertinya Malamn baru akan bertemu dirumah karna saya dan adik telah merencanakan pagi 08.45 berangkat ke Kasongan untuk menghadiri acara pernikahan 2 orang teman sekolah SMA dulu di waktu hari yang sama. Mungkin sore saya akan pulang saya pikir.
Kakak dan keluarga juga akan melakukan kegiatan mereka seperti biasa Suami kakak yaitu bekerja,  kemudian kakak paginya mengantar jemput anak di sekolah lanjut melakukan pekerjaan rumah sebagai seorang isteri agar suami dan anak-anak pulang dengan disenangkan oleh keluarga dirumahnya.

Bagi saya segala sesuatunya cukup.  Bahagia itu adalah ini.

Favorit

Apa itu AKTA NOTARIS ???

ADA ENGGAK DI ANTARA KALIAN YANG BINGUNG DENGAN SEBUTAN AKTA NOTARIS ITU APA ?? NAH KALI INI AKU AKAN JELASIN INFONYA NYA GUYSS...    ...